Breaking News:

6 Kali Beraksi di Kawasan Depok, Aksi Komplotan Maling Motor Berakhir di Tangan Tim Perintis Presisi

Tiga anggota komplotan spesialis pencuri kendaraan bermotor nampak terpincang-pincang saat digiring di Polres Metro Depok, Kamis (13/1/2022).

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Para pelaku maling motor ketika digiring di Polres Metro Depok, Kamis (13/1/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Tiga anggota komplotan spesialis pencuri kendaraan bermotor nampak terpincang-pincang saat digiring di Polres Metro Depok, Pancoran Mas, Kamis (13/1/2022).

Ketiganya adalah AH (26), ARJ (22), dan AJ (29). Mereka diamankan oleh Tim Perintis Presisi Polres Metro Depok saat hendak beraksi di kawasan Cimpaeun, Tapos, beberapa hari lalu.

Saat penangkapan, petugas terpaksa melepaskan timah panas musabab pelaku melarikan diri dan membahayakan nyawa masyarakat sipil.

“Tembakan peringatan ini tidak diindahkan, akhirnya dibidik tepat mengenai badan pelaku (bagian pundak kanan) berinisial AJ dan motor yang dikendarainya menabrak warung tambal ban,” kata Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Imran Edwin Siregar, saat memimpin ungkap kasusnya di Mapolrestro Depok.

Imran menuturkan, modus yang digunakan komplotan ini adalah merusak kunci motor incarannya yang terparkir di depan rumah atau kos-kosan.

Baca juga: Diwarnai Aksi Kejar-kejaran hingga Tembakan, Komplotan Curanmor di Depok Ditangkap Polisi Patroli

Baca juga: Usai Panti Pijat Esek-Esek di Sawangan Digerebek Warga, Pemiliknya Jadi Tersangka Kasus Prostitusi

“Modusnya merusak kunci motor dengan kunci T, yang mana motor korbannya tengah terparkir di depan rumah atau kos-kosan,” jelasnya didampingi Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno.

Hasil pemeriksaan, komplotan ini mengaku telah enam kali beraksi di Kota Depok dan sekitarnya,

“Tiga TKP (tempat kejadian perkara) di Depok, satu di Bekasi, dan dua kali di wilayah Bogor,” tuturnya.

“Jadi ada enam barang bukti berupa sepeda motor yang kami sita dari pelaku,” timpalnya lagi.

Ketika diamankan , petugas juga mendapati beberapa senjata tajam yang digunakan para pelaku untuk melancarkan aksinya.

“Ada senjata tajam (yang diamankan), cutter dan celurit,” bebernya.

Terakhir, Imran berujar para pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman pidana penjara diatas lima tahun lamanya.

“Pasal yang disangkakan Pasal 363 KUHP juncto Pasal 54 KUHP, ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved