Breaking News:

7 Sekolah di DKI Jakarta Ditutup Akibat Temuan Kasus Aktif Covid-19

Sebanyak tujuh sekolah di DKI ditutup sementara imbas temuan kasus aktif Covid-19. Ini kata Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.

Istimewa
Pelaksanaan PTM 100 persen di SDN Pondok Kelapa 05, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (4/1/2022).Sebanyak tujuh sekolah di DKI ditutup sementara imbas temuan kasus aktif Covid-19. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Sebanyak tujuh sekolah di DKI ditutup sementara imbas temuan Kasus aktif Covid-19.

Pertanggal 3 Januari 2022, sebanyak 10.429 sekolah di DKI telah menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dengan kapasitas peserta pendidik 100 persen.

Dari jumlah tersebut, tujuh diantaranya dilaporkan telah ditutup imbas adanya warga sekolah yang terpapar Covid-19.

"Jadi memang terkait PTM memang sudah ada beberapa sekolah ya. Kemarin setidaknya sudah ada 7 sekolah yang kita tutup untuk sementara waktu," kata Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI, Kamis (13/1/2022).

Lebih lanjut, Politisi Gerindra ini belum menjabarkan rincian sekolah mana saja yang mengalami penutupan sementara.

Namun, bila merujuk pada SKB 4 menteri penutupan sekolah bakal dilakukan selama 5 dan 14 hari menyesuaikan banyaknya kasus aktif di sekolah tersebut.

"Nanti kita lihat perkembangannya. Memang belum ditutup semuanya karena Jakarta masih memenuhi syarat untuk melaksanakan PTM 100 persen, secara terbuka, kecuali memang sekolah-sekolah kelas yang memang dipastikan ada pandemi covid di situ," imbuhnya.

Baca juga: Plt Wali Kota Bekasi: Gelombang Ketiga Covid-19 Jangan Sampai Memberatkan

Baca juga: Antisipasi Sebaran Covid-19 Varian Omicron, PTM 100 Persen di Kota Bekasi Diundur 

Isi SKB 4 Menteri

Merujuk pada SKB 4 menteri, penutupan sekolah bakal dilakukan bila adanya temuan kasus covid bukan hanya Omicron.

Di mana di dalam aturan tersebut dijelaskan sekolah bakal ditutup dalam tengkat waktu 5 dan 14 hari bila ditemukannya kasus aktif Covid-19.

Adapun, penutupan 5 hari bakal dilakukan bila jumlah yang terpapar dibawah 5 persen dan terbukti bukan merupakan klaster penularan Covid-19 di satuan pendidikan.

"Menghentikan sementara penyelenggaraan pembelajaran tatap muka terbatas pada rombongan belajar yang terdapat kasus Covid-19 dan dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh seiama 5 (lima) hari apabila: terbukti bukan merupakan klaster penularan Covid-19 di satuan pendidikan; atau hasil surveilans epidemiologis menunjukkan angka positiuity rate warga satuan pendidikan terkonfirmasi Covid- 19 di bawah sok (lima persen)," isi SKB 4 menteri tersebut.

Sementara, penutupan sekolah bakal dilakukan hingga 14 hari bila terbukti adanya penularan di satuan pendidikan hingga diatas 5 persen dari total warga sekolah.

"Menghentikan sementara penyelenggaraan pembelajaran tatap muka terbatas pada tingkat satuan pendidikan dan dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh selama 14 (empat belas) hari, apabila: terjadi klaster penularan Covid- 19 di satuan pendidikan; hasil surveilans epidemiologis menunjukkan angka positiuity rate warga satuan pendidikan terkonfirmasi Covid-19 sebanyak syo (lima persen) atau lebih; dan/atau warga satuan pendidikan yang masuk dalam notifikasi hitam (kasus konfirmasi dan kontak erat Covid-19) pada aplikasi Pedulilindungi sebanyak 5% (lima persen) atau lebih," lanjut isi SKB 4 Menteri tersebut.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved