Breaking News:

Bayi 1,5 Tahun di Tajurhalang Tewas Tenggelam di Kolam Ikan

“Setibanya kami di lokasi kejadian, ternyata anak yang dilaporkan hilang ini sudah ditemukan oleh warga di kolam ikan warga,” katanya.

Slamet Widodo via Kompas.com
Ilustrasi balita tenggelam di kolam ikan - Anggota polsek Sumbergempol dan unit Inafis Polres Tulungagung Jawa Timur, mendatangi lokasi dua bocah yang tenggelam di kolam ikan hias, Kamis (15/04/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, TAJURHALANG – Seorang  balita berinisial GAF yang masih berumur 1,5 tahun ditemukan meninggal dunia di dalam kolam ikan kawasan Kampung Baru, Tajur Halang, Kabupaten Bogor pada Rabu (12/1/2022) malam.

Kapolsek Tajurhalang Iptu Dwi yulianto menceritakan, peristiwa ini bermula saat orang tua korban membuat laporan ke Polsek Tajurhalang pada pukul 21.00 WIB. Orang tua tersebut melapor bahwa mereka kehilangan anak.

“Jadi, orang tua korban melaporkan anak kandungnya telah hilang pada kami pukul 21.00 WIB,” ujar Dwi kepada TribunJakarta.com, Kamis (13/1/2022).

Dwi lantas menerjunkan anggotanya ke lokasi kejadian untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

Baca juga: Dilaporkan Hilang Tengah Malam, Pekerja Pabrik Rupanya Tenggelam di Adonan Semen, Terekam CCTV

Baca juga: Satu Keluarga Tenggelam Diterjang Air Bah Saat Lintasi Sungai, Begini Kondisi Saat Ditemukan

“Setibanya kami di lokasi kejadian, ternyata anak yang dilaporkan hilang ini sudah ditemukan oleh warga di kolam ikan warga,” katanya.

Saat itu, polisi bersama warga sekitar segera melarikan korban ke RS Citra Insani di kawasan Kemang, Bogor.

Namun sayang, pihak rumah sakit menyatakan korban nyawa tidak bisa terselamatkan.

Baca juga: Ibu di Jatibening Estate Tikam Teman Sendiri hingga Tewas Punya Riwayat Fobia

Baca juga: Dicari 2 Hari, Suami Kepergok Istri Bawa Selingkuhan di Warung, Endingnya Jadi Tontonan Gratis Warga

“Oleh pihak rumah sakit korban dinyatakan sudah meninggal dunia,” ucap Dwi.

“Kemudian atas kejadian ini pihak keluarga korban menerima bahwa peristiwa tersebut adalah musibah, dan membuat pernyataan serta memohon agar korban tidak divisum,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved