Breaking News:

26 Murid dan 14 Guru SDN Jati 01 Pulogadung Dites Swab PCR Pasca-Temuan Kasus Covid-19

Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen di SDN Jati 01 Pulogadung ini dihentikan sementara untuk proses tracing atau penelusuran kontak erat

Penulis: Bima Putra | Editor: Acos aka Abdul Qodir
ist
Tenaga kesehatan melakukan tes swab PCR di SDN 01 Jati, Kelurahan Jati, Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat (14/1/2022), pasca-satu murid terkonfirmasi positif Covid-19.  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Sebanyak 26 siswa SDN 01 Jati di Kelurahan Jati, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur menjalani tes swab PCR pada Jumat (14/1/2022).

Camat Pulogadung Bambang Pangestu mengatakan tes swab PCR dilakukan Puskesmas Kecamatan Pulogadung setelah ditemukan satu murid terkonfirmasi positif Covid-19.

"Hari ini sekitar 26 siswa, 14 guru dan beberapa tenaga atau pegawai di sekolah tersebut kami lakukan tes swab PCR," kata Bambang saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Jumat (14/1/2022).

Selain murid dan guru, sejumlah orang tua murid datang mengantar anak mereka ke SDN Jati 01 Pulogadung untuk menjalani tes swab PCR guna memastikan tidak tertular Covid-19.

Baca juga: Sudah 7 Sekolah di Jaktim Ditutup Sementara Akibat Siswa dan Guru Terpapar Covid-19

Baca juga: SMAN 6 Jakarta Ditutup Sementara, Kepala Sekolah Ungkap Ada 1 Siswa Terpapar Covid-19

Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen di SDN Jati 01 Pulogadung ini dihentikan sementara untuk proses tracing atau penelusuran kontak erat.

"Kemudian keluarga (siswa terkonfirmasi Covid-19) juga kita lakukan PCR. Nanti juga kita akan lakukan tracing di warga sekitar (tetangga siswa yang terkonfirmasi Covid-19)," ujarnya.

Merujuk hasil penelusuran pihak Puskesmas Kecamatan Pulogadung, Bambang menuturkan kasus terkonfirmasi Covid-19 di SDN 01 Jati merupakan bukan klaster sekolah.

Baca juga: Mencekamnya Gempa 6,7 M Sumur-Banten: Warga Lari ke Huntara, Pasien Bawa Infus hingga Listrik Padam

Baca juga: Rumah Tahfidz Quran di Bekasi Kebakaran, Santri Asal Filipina Tewas Terperangkap Kobaran Api

Melainkan karena murid terpapar dari sang ayah yang sempat terkonfirmasi Covid-19, ayah tersebut diketahui memiliki dua anak yang bersekolah di dua wilayah Kecamatan Pulogadung.

"Satu di SD 01 Jati, satu di SMP Pelita Pisangan Timur. Kami berkoordinasi dengan pihak Satlak pendidikan akhirnya kita putuskan untuk sementara kita tutup kedua sekolah," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved