Breaking News:

Kisah Pilu Bocah Egi Kerja Serabutan Demi Urus Ibu Gangguan Jiwa, Ayah Meninggal & Kakak Tak Serumah

Kisah pilu bocah 13 tahun bernama Egi Yohanes Bahur harus merawat ibunda yang mengalami gangguan kejiwaan di NTT. Ia harus merawat seorang diri.

KOMPAS.com/MARKUS MAKUR
Kakak Beradik di Kampung Jengok, Desa Bangka Kantar, Kec. Borong, NTT, Jumat, (7/1/2022). Kisah pilu bocah 13 tahun bernama Egi Yohanes Bahur harus merawat ibunda yang mengalami gangguan kejiwaan. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Kisah pilu bocah 13 tahun bernama Egi Yohanes Bahur harus merawat ibunda yang mengalami gangguan kejiwaan.

Egi pun harus bekerja serabutan karena tidak ada lagi saudara maupun ayahnya di rumah di Kampung Jengok, Desa Bangka Kantar, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ayah Egi telah meninggal dunia sementara kakaknya tidak ada yang tinggal bersama dirinya dan ibunya.

Ia juga harus rela kehilangan waktu bermain bersama teman-teman sebayanya.

Sebab, Egi yang masih duduk di bangku SMP harus membagi waktu antara bersekolah, bekerja, dan menjaga ibunya yang mengalami gangguan kejiwaan.

Ibunda Egi berinisial MN selalu berbicara sendiri dan mencurigai orang-orang yang datang ke rumah.

Baca juga: Pilu Jeritan Ibu di Semarang: Jangan Ditabrak Anak Perempuanku, Aku Saja, Aku Saja yang Ditabrak

Baca juga: Nasib Pilu Bocah 5 Tahun di Sumedang, Tak Hanya Dirantai Tangan & Kaki tapi Jadi Korban Kekerasan

Saat ditemui di kediamannya, Jumat (7/1/2021), Egi rupanya baru pulang dari bekerja mengangkat batu bata di rumah tetangga.

"Tadi setelah pulang sekolah, saya ada kerja angkat batu bata di rumah salah satu warga di sini," katanya kepada Kompas.com.

Ayah meninggal, kakak sudah pindah

Rumah sederhana yang ditempati Egi Yohanes Bahur di Kampung Jengok, Desa Bangka Kantar, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur.
Rumah sederhana yang ditempati Egi Yohanes Bahur di Kampung Jengok, Desa Bangka Kantar, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur. (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)

Sebetulnya Egi memiliki enam orang kakak, namun mereka sudah pindah dari rumah tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tibun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved