Breaking News:

Manager Proyek JIS Klaim Kawasan Kumuh di Sisi Utara Milik PT KAI

Dikatakan Arry, PT Jakpro berencana mengajak pihak PT KAI untuk berkolaborasi untuk menyelesaikan permasalahan warga yang ada di sisi Utara JIS ini.

Gerald Leonardo Agustino/ Tribun Jakarta
Bedeng-bedeng di sepanjang rel kereta Kampung Bayam, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang didirikan pemilik kafe yang terdampak proyek Jakarta International Stadium. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Di balik kemegahan dan kecanggihan megaproyek Jakarta International Stadium (JIS) menyisakan persoalan kawasan kumuh di sisi Utara komplek JIS.

Masalah tersebut tak kunjung diselesaikan dan menjadi sorotan.

Manager Proyek JIS dari PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Arry Wibowo mengatakan, permasalah sejumlah KK (kepala keluarga) Kampung Bayam yang tinggal di sisi Selatan kawasan JIS sudah teratasi. Warga Kampung Bayam bersedia direlokasi.

Namun, untuk warga yang berada di kawasan kumuh di sisi Utara JIS masih perlu melakukan koordinasi beberapa pihak.

Sebab, lahan tempat rumah bedeng yang ditempati warga itu disebutnya sebagai milik PT KAI.

Baca juga: Cerita Di Balik Megahnya Proyek JIS, 26 KK Korban Gusurannya Kini Hidup di Bedeng Pinggir Rel

Baca juga: Janji Wagub Ariza, Bangun 135 Unit Hunian untuk Warga Kampung Bayam yang Kena Gusur Proyek JIS

Baca juga: Pembangunan JIS Capai 93 Persen, Bulan Februari 2022 Bakal Soft Launching

"Ini kita ngomong yang sisi Selatan rel kereta, karena yang sisi Utara yang saat ini masih ada beberapa itu sebenarnya bukan domain Pemprov DKI, Jakpro, melainkan itu pure milik PT KAI, yang pada awalnya sudah kami koordinasi," ujar Arry di JIS, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (14/1/2022).

"Kami intens berkomunikasi dengan PT KAI secara langsung maupun forum. Pernah juga dilakukan koordinasi bersama Wali Kota Jakarta Utara," lanjutnya.

Dikatakan Arry, PT Jakpro berencana mengajak pihak PT KAI untuk berkolaborasi untuk menyelesaikan permasalahan warga yang ada di sisi Utara JIS ini.

Baca juga: Lintasan Bergelombang Diperbaiki, Street Race Ancol Perdana Siap Digelar Hari Minggu Ini

Baca juga: Mencekamnya Gempa 6,7 M Sumur-Banten: Warga Lari ke Huntara, Pasien Bawa Infus hingga Listrik Padam

Sebab, kata Arry, banyak warga di wilayah tersebut tidak mempunyai pemahaman mengenai kepemilikan tanah yang mereka tempati.

"Nah itu menjadi PR, karena masyarakat itu enggak tahu, ini tuh ranah siapa, lahan siapa. Yang jelas, kami terus melakukan komunikasi. Dan kami tidak sendiri, kami dibantu dari Pemprov, Wali Kota (Jakarta Utara), dilakukan terus monitoring dan rapat-rapat untuk menyelesaikan warga yang masih ada di area pesisir rel kereta," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved