Breaking News:

Pelihara Selama 21 Tahun, Prabowo Rela Buayanya Dilepasliarkan

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta sudah menerima Buaya Muara dengan panjang sekitar 3 meter peliharaan Prabowo Soenirman (65).

Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Bima Putra/TribunJakarta.com
Buaya Muara milik Prabowo Soenirman (65) yang dievakuasi personel Damkar Jakarta Timur, Duren Sawit, Jumat (14/1/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta sudah menerima Buaya Muara dengan panjang sekitar 3 meter peliharaan Prabowo Soenirman (65).

Buaya Muara betina diserahkan usai dievakuasi jajaran Damkar Jakarta Timur dari Komplek Dolog Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur pada Jumat (14/1/2022) pukul 12.00 WIB.

Kepala Resort BKSDA Jakarta Timur, Deni Rohendi mengatakan Buaya tersebut bakal diserahkan ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tegal Alur untuk diperiksa kesehatannya lalu dilepasliarkan.

"Sementara kita bawa ke PPS, nanti sama dokter di sana akan dirilis ke daerah mana atau dilepasliarkan kembali. Diperiksa dulu," kata Deni di Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (14/1/2022).

Buaya yang sudah dipelihara Prabowo selama 21 tahun dan diserahkan sukarela dengan alasan karena ukurannya terlalu besar dibawa menggunakan mobil bak tertutup terpal milik BKSDA.

Sebelum dibawa Prabowo dan Pengendali Kelompok B Damkar Sektor Kecamatan Duren Sawit, Yuono selaku yang bertugas melakukan evakuasi diminta menandatangani surat tanda penerimaan.

Deni menuturkan secara aturan warga diperbolehkan memelihara Buaya, dengan catatan memenuhi syarat yang sudah ditetapkan BKSDA dan bukan untuk kesenangan semata.

Personel Damkar Jakarta Timur saat proses evakuasi Buaya Muara milik Prabowo Soenirman (65) di Duren Sawit, Jumat (14/1/2022).
Personel Damkar Jakarta Timur saat proses evakuasi Buaya Muara milik Prabowo Soenirman (65) di Duren Sawit, Jumat (14/1/2022). (Bima Putra/TribunJakarta.com)

Baca juga: Gempa Susulan 5,7 Magnitudo Kembali Guncang Jakarta, Pusat Gempa Masih di Sumur-Banten

"Kalau untuk boleh enggak boleh ya boleh. Kalau sarana dan prasarananya lengkap semua. Syarat penangkaran. Kalau untuk dipelihara secara kesenangan atau apa enggak boleh," ujarnya.

Syaratnya juga harus mendapat persetujuan dari BKSDA, dalam hal ini BKSDA perlu meninjau lebih dulu lokasi yang digunakan untuk memelihara Buaya atau hewan dilindungi lain.

Namun dalam kasus Prabowo, Deni menuturkan pihaknya baru mengetahui adanya Buaya dipelihara di permukiman warga karena mendapat permintaan penyerahan sukarela.

"Ini saya langsung penyerahan dari masyarakat secara sukarela. Belum (ditinjau). Karena kalau patroli untuk melihat ke komplek atau apa kita agak susah," tuturnya.

Warga diimbau tidak memelihara satwa dilindungi karena termasuk tindak pidana dengan ancaman hukuman lima tahun penjara, sesuai UU UU Nomor 5 Tahun 1991 tentang Satwa Liar yang Dilindungi.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved