Breaking News:

Kisah Inspiratif Sarono, Tunanetra Pemecah Batu yang Bisa Sekolahkan 60 Anak Yatim

Kisah inspiratif Sarono (63) tunanetra pemecah batu di Jatinegara. Dari hasil pekerjannya, ia mampu menghidup istri dan 60 anak yatim.

TribunJakarta.com/Bima Putra
Sarono (63), tunanetra yang bekerja sebagai pemecah batu di Jalan Cipinang Jaya II, Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (14/1/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - "Bruk, bruk, bruk," begitulah suara saat Sarono (63) mengayunkan palu yang digenggamnya ke tumpukan batu-batu hingga menjadi bulir pasir bahan material bangunan.

Selama 15 tahun sudah Sarono melakoni pekerjaan sebagai pemecah batu di ujung Jalan Cipinang Jaya II, Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

Tidak ada keraguan saat tangan kanannya mengayunkan palu sementara tangan kiri meraba tumpukan batu yang dipecah, pun Sarono merupakan penyandang disabillitas tunanetra.

Bulir pasir dari pecahan bata merah, hebel, dan puing bangunan ini yang dijual Sarono dalam kemasan per karung, pembelinya warga yang sedang membangun rumah hingga untuk pasir burung.

"Saya enggak mematok harga. Kadang-kadang ada yang ngasih Rp 5 ribu, Rp 10 ribu, Rp 20 ribu. Ya sudah, orang minta aja saya kasih kok," kata Sarono di Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (14/1/2022).

Baca juga: Sosok Inspiratif Siswanto yang Mengaji Saat Tunggu Order Ojol: Saya Banyak di Jalan Jarang Ibadah

Pecahan batu bata, hebel, dan puing bangunan yang dipecah Sarono menjadi pasir merupakan pemberian gratis dari satu toko material di Jalan Cipinang Jaya AA dekat tempat kerjanya.

Pria asal Kecamatan Prembun, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah tersebut tidak pernah mematok harga jual karena prinsip kerja yang dipegangnya untuk menggapai rida Allah SWAT.

Sarono (63), tunanetra yang bekerja sebagai pemecah batu di Jalan Cipinang Jaya II, Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (14/1/2022).
Sarono (63), tunanetra yang bekerja sebagai pemecah batu di Jalan Cipinang Jaya II, Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (14/1/2022). (TribunJakarta.com/Bima Putra)

Baginya seluruh harta yang dimiliki merupakan titipan Tuhan, sehingga tidak pernah keberatan menyerahkan karung pasir hasil jerih payah kerja dengan harga berapa pun.

Sedari pukul 07.00 WIB Sarono meninggalkan rumahnya yang berada dekat SMAN 53 Jakarta lalu berjalan kaki ke ujung Jalan Cipinang Jaya II, jaraknya sekitar 200 meter.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved