Kabur Gara-gara Panik Ada Polisi, Kurir Ini Seruduk 5 Motor, 6 Gerobak dan 1 Kios Permanen di Legok

Gara-gara panik keberadaannya terendus polisi, kurir sabu berinisial AIE (25) tancap gas melarikan diri. Sejumlah kendaraan dan gerobak kena seruduk.

TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Suasana rilis kasus narkoba jaringan Malaysia - Aceh - Jakarta di Polres Metro Jakarta Barat pada Senin (17/1/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Gara-gara panik keberadaannya terendus polisi, kurir sabu berinisial AIE (25) tancap gas melarikan diri.

Saat kabur, si AIE ini menyeruduk sejumlah kendaraan, gerobak dorong milik pedagang dan kios.

Hal itu dijelaskan oleh Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Ady Wibowo pada Senin (17/1/2022).

"Ada sekitar 5 buah motor yang ditabrak kemudian ada gerobak dorong untuk jualan ada 6 dan ada 1 kios permanen yang rusak," katanya.

Akibat dari ulahnya itu, AIE menikmati bogem mentah warga yang geram.

Baca juga: Kurir Sabu 25 Kg di Speaker Mobil Ternyata Resedivis, Beraksi Lagi Karena Upah Ratusan Juta Rupiah

Kejadian itu berawal dari pengembangan kasus di bulan November 2021, ditemukan adanya embrio dari jaringan internasional Malaysia - Aceh - Jakarta untuk pengiriman narkoba jenis sabu.

Tim yang dipimpin AKP Harry Gasgari menyelidiki dan melakukan pengembangan lewat data IT lalu mempelajari pola jaringan peredaran narkoba itu.

Suasana rilis kasus narkoba jaringan Malaysia - Aceh - Jakarta di Polres Metro Jakarta Barat pada Senin (17/1/2022).
Suasana rilis kasus narkoba jaringan Malaysia - Aceh - Jakarta di Polres Metro Jakarta Barat pada Senin (17/1/2022). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Mereka kemudian bergerak ke wilayah Tangerang Banten untuk mendeteksi jaringan tersebut.

Pada hari Sabtu (11/1/2022) sekitar pukul 20.00 WIB, tim mengamankan kurir berinisial RH (29) dengan barang bukti 25 paket besar sabu seberat 25 kg yang dikamuflasekan ke dalam speaker bagasi mobil Honda Civic dengan nomor polisi B 1002 KM.

Dari penuturan RH, didapatkan informasi bahwa AIE (25) diperintahkan untuk mengambil mobil berisi sabu itu.

Polisi kemudian mengejar AIE yang berada di mobil HRV abu-abu metalik dengan nomor polisi B 1995 VMU. 

Saat melakukan penangkapan, mobil yang dikendarai AIE kabur hingga menabrak sejumlah kendaraan bermotor, gerobak pedagang dan pagar rumah.

Baca juga: Bongkar 25 kg Sabu di Speaker Mobil Civic, Polisi Tangkap 2 Kurir: Ternyata Mereka Residivis

Polisi berhasil membekuk AIE dan mengamankan barang bukti ganja seberat 7,28 gram dan alat hisap sabu.

Berdasarkan keterangan AIE, ia mengakui sebagai pengedar narkoba yang mendapatkan perintah dari pelaku bernama DY yang masih diburu polisi.

Dari tangan pelaku, polisi menyita 25 kg sabu, 7,28 ganja, 2 ponsel, 2 kartu atm, 1 mobil Honda Civic dan 1 mobil Honda HRV.

Baca juga: Sama-sama Minta Dibunuh, Pertengkaran Hebat di Rumah Kontrakan Sebelum Suami Habisi Nyawa Istri

"Jadi untuk kedua tersangka ini, kami kenakan Pasal 114, Pasal 112, Pasal 111 dan Pasal 132 UU Tahun 2009 tentang narkotika di mana ancaman pidana paling singkat 6 tahun paling lama 20 tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar," kata Ady. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved