Sisi Lain Metropolitan

Sarif 30 Tahun Jualan Es Selendang Mayang, Langganan Anies Baswedan Sampai Jusuf Kalla

Meski bukan asli kelahiran tanah Betawi, namun Sarif rupanya punya kecintaan tersendiri terhadap tradisi masyarakat Betawi.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Pebby Adhe Liana / Tribun Jakarta
Sarif, pedagang Es Selendang Mayang di Pasar Seni Ancol. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - 30 tahun sudah, Sarif berjualan es selendang mayang dengan cara dipikul.

Meski bukan asli kelahiran tanah Betawi, namun Sarif rupanya punya kecintaan tersendiri terhadap tradisi masyarakat Betawi.

Hal ini yang membuat dirinya bertahan sampai bertahun-tahun untuk berjualan es selendang mayang.

"Aslinya saya orang Cirebon, tapi istri saya Betawi. Saya membuat ini sendiri, belajar dari orang Betawi di Condet," kata Sarif ditemui di kawasan Ancol, Miggu (16/1/2022).

Tak hanya sekedar untuk menyambung hidup, baginya berjualan es selendang mayang adalah bagian untuk melestarikan kuliner khas Betawi agar dikenal banyak orang.

Sarif bercerita, ia berdagang es selendang mayang sejak tahun 1991. Dahulu, awal mulanya ia hanyalah pedagang ketoprak keliling.

Lantaran sepi peminat, ia sempat beralih untuk berjualan bubur kacang hijau.

Pikulan es selendang mayang milik Sarif di Ancol.
Pikulan es selendang mayang milik Sarif di Ancol. (Pebby Adhe Liana / Tribun Jakarta)

Baca juga: Anies Undang Nidji Manggung di JIS, Gerindra: Kalau Giring Tersindir Baper Namanya

Namun kecintaannya dengan kuliner khas Betawi membawa Sarif pada peruntungan baru. 

Ada rasa kebanggaan di hati Sarif, 30 tahun berjualan es selendang mayang kini jajanan buatannya bisa dikenal sampai kalangan pejabat.

Mulai dari Anies Baswedan, sampai Jusuf Kalla pernah mencoba es selendang mayang buatan Sarif.

"Dulu pernah dagang ketoprak, bubur kacang, tapi daya semangatnya di saya kurang. Pengen aja jualan sesuatu yang legend supaya jangan sampai punah. Harus dilestarikan," kata Sarif.

Baca juga: Cerita Pengunjung Toko Eskrim Ragusa: Tempat Kencan Favorit Puluhan Gebetan

"Es Selendang Mayang, ini sangat cocok dengan hati saya. Dulu saya dagang di Wali Kota Jakarta Utara, dibawalah sama orang Wali Kota, orangnya itu kebetulan dari Bamus Betawi, kenal akrab. Pak Anies Baswedan udah makan es saya 5 kali, sering borongin. Jadi sudah diakui di pemerintahan," kata dia. 

Selain Anies dan Jusuf Kalla, es buatannya juga berkali-kali jadi suguhan untuk tamu-tamu di beberapa acara yang digelar tingkat daerah.

Misalnya seperti lebaran Betawi, rapat-rapat di tingkat Wali Kota, dan beberapa acara lain.

"Karena kebetulan dari komunitas saya juga diajak, dari Bamus Betawi saya diajak. Jadi jajanan Betawi agar jangan sampai punah, harus dilestarikan," imbuhnya.

Baca juga: Tinggal di Pulau Terluar, Prestasi Mendunia Anak Babinsa Ini Bikin KSAD Kagum: Dijamin Lolos Akmil

Raih Omzet Hingga 1 Juta Perhari

Saat ini, Sarif menjajakan dagangannya di Pasar Seni Ancol.

Pada acara-acara tertentu ia mampu menghabiskan 4 tampah kue selendang mayang hingga sore hari.

Dimana kata dia, setiap 1 tampah kue selendang mayang bisa dibuat sekitar 50 gelas Es Selendang Mayang.

"Jadi kalau ditotal, 4 tampah itu 200 gelas bisa," kata dia.

Dalam acara-acara tertentu, biasanya Sarif menjual es buatannya seharga Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribuan pergelas.

Baca juga: Denny Caknan Naik STJ Cullen, Armada Premium Bersasis Scania yang Jadi Artisnya Busmania

Kalau ditotal, menurut Sarif ia bisa mendapat omzet minimal hingga Rp 1 juta seharinya.

Namun, ia bercerita bahwa omzet tersebut tidak didapatnya setiap hari.

Meski dagangannya laku terjual, namun ia memberlakukan harga yang berbeda ketika berdagang di hari-hari biasa.

Seperti berkeliling pasar, atau di jalan-jalan.

Baca juga: Datangi Rumah Faisal, Doddy Sudrajat Tak Bisa Begitu Saja Bawa Gala Sky: Ini Syarat dari sang Besan

"Kalau Sabtu-Minggu, di sini (Pasar Seni lumayan ramai. Tapi hari biasa kan sepi. Kalau hari biasa, saya keliling. Jual di pasar-pasar, atau di jalan,"

"Harganya beda dong. Segelas Rp 5 ribu, kadang anak-anak beli Rp 3 ribu saya layani. Jadi beda keuntungannya. Kalau keliling jualan biasa, itu kalau lagi ramai ya alhamdulillah bisa Rp 800 ribuan," sambungnya. 

Es Selendang Mayang merupakan minuman tradisional khas Betawi yang terdiri dari olahan gula merah, santan, serta potongan kue bertekstur kenyal yang disebut kue Selendang Mayang.

Biasanya, es ini cocok di sajikan saat cuaca sedang panas atau ketika haus.

Tak hanya menyegarkan, Es Selendang Mayang juga bisa mengurangi rasa lapar karena dibuat dari tepung beras.

Akan tetapi, seiring dengan perkembangan zaman Es Selendang Mayang mulai tenggelam dan penjualnya pun mulai jarang ditemui.
Kalau Anda ingin melepas kerinduan dengan kuliner tradisional yang satu ini, boleh datang ke Es Selendang Mayang buatan Sarif.

Setiap akhir pekan, ia mengatakan selalu menjajakan dagangannya di Pasar Seni Ancol.

Begitu pula jika ingin mengadakan acara-acara tertentu. Sarif juga membuka layanan pesanan bagi siapapun yang ingin memesan es buatannya di nomor 081946919313.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved