Breaking News:

Pemerintah Diminta Turun Tangan Atasi Polemik Keberadaan 2 Pasar Induk di Kota Tangerang

Pemerintah diminta turun tangan untuk memberikan tindakan tegas terkait dualisme pasar induk di Kota Tangerang yang kini masih menjadi polemik.

TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Ratusan pedagang di Pasar Induk Jatiuwung, Kota Tangerang melempar barang dagangan mereka yang sudah busuk karena tidak laku terjual, juga sebagai bentuk protes kepada Pemerintah Kota Tangerang, Senin (3/1/2022). Pemerintah diminta turun tangan untuk memberikan tindakan tegas terkait dualisme pasar induk di Kota Tangerang yang kini masih menjadi polemik. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pemerintah diminta turun tangan untuk memberikan tindakan tegas terkait dualisme pasar induk di Kota Tangerang yang kini masih menjadi polemik.

Hal itu disampaikan pengamat kebijakan publik dari Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang Adib Miftahul.

Ia menanggapi dualisme Pasar Induk Jatiuwung dan Pasar Tanah Tinggi di Kota Tangerang.

Adib menilai dalam permasalahan tersebut hanya dibutuhkan political will dari DPRD dan Pemerintah Kota Tangerang.

Menurutnya, regulasi dari Pemkot Tangerang harus dilaksanakan dan memberikan tindakan tegas.

Baca juga: Minta Tolong ke Wali Kota Tangerang, Pedagang Pasar Induk Jatiuwung Keluhkan Omzet Terjun Bebas

Baca juga: Ratusan Pedagang Pasar Induk Jatiuwung Tangerang Kesal dan Lempar Dagangan ke Jalan Gegara Ini

"Itu hanya perlu political will dari Pemkot, itu hal sepele tutup saja Pasar Induk Tanah Tinggi lagian enggak sesuai RDTR yang baru," ujar Adib, Senin (17/1/2022) malam.

Kata dia, jika hal sepele ini didiamkan berlarut-larut, patut dicurigai adanya kepentingan oknum tertentu.

Sebab, Pasar Induk Tanah Tinggi berada di tengah kota dalam kondisi yang kumuh.

Selain itu, Pasar Induk Tanah Tinggi disebut Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah tidak sesuai dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

Ratusan pedagang di Pasar Induk Jatiuwung, Kota Tangerang melempar barang dagangan mereka yang sudah busuk karena tidak laku terjual, juga sebagai bentuk protes kepada Pemerintah Kota Tangerang, Senin (3/1/2022).
Ratusan pedagang di Pasar Induk Jatiuwung, Kota Tangerang melempar barang dagangan mereka yang sudah busuk karena tidak laku terjual, juga sebagai bentuk protes kepada Pemerintah Kota Tangerang, Senin (3/1/2022). (TribunJakarta.com/Ega Alfreda)

Sehingga tidak elok berada di Jalan Raya Sudirman.

"Jangan maulah korporasi ngatur-ngatur Pemkot. Suruh tutup saja pindahin ke sana (Pasar Induk Jatiuwung). Butuh tindakan tegas. Itu perlu political will, DPRD dukung, Pemkot buat keputusan," ujar dia.

Adib menambahkan, keberadaan Pasar Induk Tanah Tinggi tersebut tidak memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD).

Padahal imbas dari operasional Pasar Induk Tanah Tinggi dialami masyarakat seperti polusi udara, bau, dan kemacetan di tengah kota.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved