Jakarta Dikepung Banjir

Jakarta Kembali Kebanjiran, PSI: Kalau Anies Gubernur Normal Mestinya Ada Tindakan Nyata

"Anggarannya ada, namun sepertinya penanganan banjir di Jakarta masih jalan di tempat," sambungnya menjelaskan.

ISTIMEWA
Tampak gerbang Tol Cempaka Putih yang ditutup karena terdampak banjir Jalan Jenderal Ahmad Yani, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (18/1/2022) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Justin Adrian Untayana, mengaku tidak heran dan kaget dengan bencana banjir di Jakarta dua hari terakhir ini.

Menurutnya, hal ini merupakan buah dari ketidakseriusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam mengatasi masalah banjir di wilayahnya.

"Aneh, kalau masih ada yang kaget Jakarta banjir," kata Justin dalam keterangan tertulis, Rabu (19/1/2022).

Justin menyebut, banjir yang mengepung ibu kota merupakan imbas dari tidak adanya normalisasi sungai, tata kota yang buruk, dan ketidakberhasilan Anies mencegah penurunan muka tanah.

Baca juga: Jakarta Banjir! 64 RT Masih Terendam Hingga Siang Ini, Ratusan Warga Terpaksa Mengungsi

Baca juga: Anies Baswedan Dinilai Sibuk Pamer JIS, PDIP Beri Kritik Pedas Soal Penanganan Banjir dan Omicron

Padahal, sejak menjabat Gubernur DKI Jakarta pada 2017 lalu, Anies melalui pengelolaan APBD sudah diberikan anggaran puluhan triliunan rupiah.

"Kalau Anies gubernur normal, tentu mestinya ada keinginan dan tindakan nyata untuk membawa perbaikan tiap tahunnya dalam penanganan banjir," ujarnya.

"Anggarannya ada, namun sepertinya penanganan banjir di Jakarta masih jalan di tempat," sambungnya menjelaskan.

Baca juga: Jakarta Lagi Dikepung Banjir, Anies Malah Pamer Kemegahan JIS Bareng Musisi Terkenal:Genangan Meluas

Banjir yang merendam Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (18/1/2022)
Banjir yang merendam Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (18/1/2022) (ISTIMEWA)

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta ini pun menyinggung program sumur resapan yang selama ini dijalankan Anies namun dinilai tidak efektif dalam mengatasi banjir.

Sebab, pengerjaanya terkesan asal-asalan lantaran lokasinya tidak jelas dan justru merusak jalan raya.

"Sepertinya Gubernur Anies hanya fokus kepada hal yang bersifat monumental, bukan kepada hal pokok untuk mengatasi banjir, seperti penguatan saluran air, penyediaan pompa air, atau normalisasi," kata Justin.

Baca juga: Waspada, Kasus Varian Omicron di Jakarta Nyaris Tembus 1.000

Baca juga: Beda dengan Apindo, Kadin DKI Justru Tak Mau Gugat Gubernur Anies ke PTUN Soal UMP DKI 2022

Diketahui, tugas dan kewenangan Komisi D DPRD DKI Jakarta meliputi pekerjaan umum, perumahan dan gedung pemerintah daerah, tata ruang, pengawasan dan penertiban bangunan, pertamanan dan pemakaman, kebersihan, pengelolaan lingkungan hidup daerah.

Anggota Fraksi PSI Justin Adrian saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (12/9/2019).
Anggota Fraksi PSI Justin Adrian saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (12/9/2019). (TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci)

Hal ini pun sangat disayangkan oleh politikus muda ini yang menilai Anies justru fokus pada kegiatan yang bersifat seremonial dan beautifikasi.

Pasalnya, Anies belakangan justru fokus pada proyek pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) dan Formula E.

Baca juga: Beda dengan Apindo, Kadin DKI Justru Tak Mau Gugat Gubernur Anies ke PTUN Soal UMP DKI 2022

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved