Jakarta Dikepung Banjir

Pamer Kemegahan JIS saat Jakarta Kebanjiran, PSI: Anies Buang Muka dari Realita Warga

Menurut Justin, Gubernur Anies hanya fokus pada hal bersifat monumental, seremonial hingga beautifikasi, seperti penyelenggaraan Formula E hingga

Instagram Anies Baswedan
Potret terbaru Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama sejumlah musisi di Jakarta International Stadium (JIS). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Justin Adrian Untayana mengkritisi tidak fokusnya Gubernur Anies Baswedan dalam penanganan banjir sehingga ibu kota kembali dilanda banjir dua hari terakhir.

Menurut Justin, Gubernur Anies hanya fokus pada hal bersifat monumental, seremonial hingga beautifikasi, seperti penyelenggaraan Formula E hingga Jakarta International Stadium (JIS).

  

Bahkan, saat warga ibu kota tergenang banjir, Anies justru memamerkan kemegahan hingga check sound system Stadion JIS bersama musisi di akun media sosialnya.

Justin meminta Gubernur Anies untuk berhenti berleha-leha, karena yang paling menderita akibat banjir adalah masyarakat Jakarta sendiri.

Baca juga: Diguyur Hujan Lebat, 350 Kepala Keluarga di Pakuhaji Terendam Banjir Setinggi 80 Cm

Baca juga: Waspada, Kasus Varian Omicron di Jakarta Nyaris Tembus 1.000

"Kami kira Gubernur Anies hanya mau fokus di hal-hal mudah dan sarat potensi glorifikasi seperti JIS dan Formula E. Tapi, itu sama saja membuang muka terhadap realita bahwa warga dirugikan oleh banjir terus-menerus yang tidak ditangani baik sekalipun telah menelan uang pajak mereka ratusan triliun," ujar Justin dalam keterangan tertulis yang diterima TribunJakarta.com, Rabu (19/1/2022).  

“Sungguh, sepertinya kita tidak bisa berharap banyak Pada Anies di masa jabatannya yang tinggal beberapa bulan lagi ini." sambungnya.

Baca juga: Jakarta Kembali Kebanjiran, PSI: Kalau Anies Gubernur Normal Mestinya Ada Tindakan Nyata

Baca juga: Anies Baswedan Dinilai Sibuk Pamer JIS, PDIP Beri Kritik Pedas Soal Penanganan Banjir dan Omicron

Tampak gerbang Tol Cempaka Putih yang ditutup karena terdampak banjir Jalan Jenderal Ahmad Yani, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (18/1/2022)
Tampak gerbang Tol Cempaka Putih yang ditutup karena terdampak banjir Jalan Jenderal Ahmad Yani, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (18/1/2022) (ISTIMEWA)

Menurut Justin, kebijakan penanganan banjir Gubernur Anies Baswedan memang tidak efektif. Sebab, persoalan banjir tidak pernah menunjukan perbaikan berarti sedikit pun setiap tahun.

Bahkan, hingga Rabu (19/01) ini, terdapat 31 RT yang masih terendam, yang menyebabkan 873 warga terpaksa mengungsi.

Oleh karena itu, Justin tidak kaget jika Jakarta kembali terendam banjir.

"Aneh, kalau masih ada yang kaget Jakarta banjir," ujarnya. 

Justin mengatakan masalah intensitas hujan yang meningkat setiap tahun, penurunan permukaan tanah, tata kota yang buruk, tidak dinormalisasinya sungai, merupakan jaminan bahwa banjir terus berulang tiap tahun di Jakarta.

Baca juga: PSI Sindir Anies Gelar Formula E di Lahan Buangan Lumpur, Gerindra: Laut Diurug Aja Keras

Baca juga: Anies Baswedan Lebih Cocok Jadi Cagub DKI Jakarta, Gerindra Soal Capres: Prabowo Terdepan

"Kalau Anies Gubernur normal, tentu mestinya ada keinginan dan tindakan nyata untuk membawa perbaikan tiap tahunnya dalam penanganan banjir, anggarannya ada, namun sepertinya penanganan banjir di Jakarta masih jalan di tempat," kata Justin.

Anggota Fraksi PSI Justin Adrian saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (12/9/2019).
Anggota Fraksi PSI Justin Adrian saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (12/9/2019). (TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci)

Justin menyayangkan anggaran ratusan triliun dalam empat tahun masa jabatan Gubernur Anies tidak memperlihatkan hasil terhadap masalah-masalah utama ibukota. 

"Yang terbaru di 2021 kemarin, terkait kebijakan sumur resapan yang menelan angka hingga ratusan miliar. Selain pengerjaannya yang berantakan, pemilihan lokasinya juga tidak jelas. Sepertinya Gubernur Anies hanya fokus kepada hal yang bersifat monumental, bukan kepada hal -hal yang pokok untuk mengatasi banjir, seperti penguatan saluran air, penyediaan pompa air, atau normalisasi," tuturnya.

Diketahui, tugas dan kewenangan Komisi D DPRD DKI Jakarta meliputi pekerjaan umum, perumahan dan gedung pemerintah daerah, tata ruang, pengawasan dan penertiban bangunan, pertamanan dan pemakaman, kebersihan, pengelolaan lingkungan hidup daerah.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved