Cerita Kriminal

Wara-wiri Sejak Setahun Terakhir, Komplotan Pencuri Spesial Rumah Kosong di Bekasi Diringkus Polisi 

Polres Metro Bekasi meringkus sebanyak enam orang komplotan pencuri spesialis menyasar rumah kosong, mereka diketahui sudah beraksi sejak setahun lalu

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Enam orang tersangka komplotan spesialis pencurian yang menyasar rumah kosong di Bekasi. Polres Metro Bekasi meringkus sebanyak enam orang komplotan pencuri spesialis menyasar rumah kosong, mereka diketahui sudah beraksi sejak setahun lalu 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, MEDAN SATRIA - Polres Metro Bekasi Kota meringkus sebanyak enam orang komplotan pencuri spesialis menyasar rumah kosong, mereka diketahui sudah beraksi sejak setahun terakhir. 

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Polisi Hengki mengatakan, enam orang tersangka diantaranya S (52), M (23), R (30), NH (46), R (46) dan E (35).

"Kami telah mengamankan enam orang tersangka,  dua diantaranya yakni Y dan A masih dalam daftar pencarian orang," kata Hengki, Rabu (19/1/2022). 

Dia menjelaskan, pihaknya menerima sebanyak sembilan laporan sejak 2021, satu diantaranya terjadi pada Kamis 13 Januari 2022. 

"Pencurian rumah kosong yang dilakukan oleh kelompok, sembilan laporan polisi yang ada, diantaranya 8 laporan polisi 2021, satu laporan polisi Januari 2022," ungkapnya.

Baca juga: Tak Hanya Taman Hutan Kota, Gubernur Ridwan Kamil Berencana Desain Ulang Lokasi Wisata di Bekasi

Dalam menjalankan aksinya, modus komplotan pencuri ini menyasar rumah-rumah kosong yang ditinggal pergi penghuninya. 

"Ini merupakan sindikita, kelompok khusus (spesialis) mereka menyasar pencurian rumah-rumah kosong yang tidak ada penghuninya," kata Hengki.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Polisi Hengki (tengah) saat menunjukkan barang bukti kasus pencurian rumah kosong, Kamis (19/1/2022).
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Polisi Hengki (tengah) saat menunjukkan barang bukti kasus pencurian rumah kosong, Kamis (19/1/2022). (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

Tiap beraksi, kelompok pencuri ink memiliki peran masing-masing. Ada yang berperan sebagai pemantauan situasi. 

Lalu kata Hegki, beberapa personel komplotan pencuri berperan sebagai eksekutor yang masuk ke dalam rumah menggasak barang-barang berharga. 

"Ada yang mengawasi, ada yang spesialis mencari barang-barang yang ada di dalam rumah, ada yang sebagai otak pelaku," paparnya. 

Sejauh ini, sejumlah barang bukti hasil kejahatan berhasil disita pihak kepolisian. Tidak sedikit barang hasil curian telah dijual kelompok tersangka.

Baca juga: Minyak Goreng di Pasar Tradisional Masih Rp 40 Ribu Per Liter, Ini Permintaan Pedagang

"Hasil kejahatan ini, ada beberapa unit sepada motor, laptop, perhiasan, serta uang tunai dan barang-barang berharga lainnya," ucapnya. 

Komplotan pelaku masuk ke dalam rumah biasanya dengan cara mencungkil jendela, merusak kunci gembok pintu dan sebagainya. 

"Kami juga mengamankan barang bukti yang dijadikan pelaku untuk membobol rumah seperti linggis, obeng, alat potong serta sepucuk senjata api," ucapnya. 

Untuk senjata api, tersangka menggunakan untuk berjaga-jaga ketika aksi mereka diketahui warga setempat atau dipergoki orang. 

"Sejauh ini senjata tidak pernah digunakan untuk melukai, hanya untuk berjaga-jaga pelaku kalau ada yang memergoki," tuturnya.

ilustrasi maling atau ilustrasi pencuri
ilustrasi maling atau ilustrasi pencuri (ISTIMEWA)

Tersangka dikenakan Pasal 1 Ayat 1 Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 atau Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 20 Tahun Penjara.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved