Kondisi Terbaru TMII
Eks Karyawan TMII Akui Yayasan Harapan Kita Sudah Ada Revitalisasi: Anjungan Enggak Berani
Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pernah direvitalisasi saat masih dikelola Yayasan Harapan Kita.
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina
TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Eks karyawan mengakui Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pernah direvitalisasi saat masih dikelola Yayasan Harapan Kita.
Hal ini diungkap oleh Nunuk Suyono, mantan Supervisor Pengawasan Tiket TMII saat masih di bawah Yayasan.
"Ada. Dulu ada, di tiap-tiap anjungan ada," kata Nunuk kepada TribunJakarta.com, Jumat (21/1/2022).
Sehingga penataan atau revitalisasi saat ini di TMII merupakan sesuatu yang biasa.
Nunuk mengakui revitalisasi TMII sejak diambil alih Pemerintah Pusat ini jauh lebih modern.
Baca juga: Taman Mini Disorot, Anies Baswedan Banggakan Taman Tebet: Unik, Bisa Pengendali Banjir
Hal tersebut tak terlepas, bahwa penataan TMII yang dimulai Januari 2022 ini untuk mendukung gelaran G20.
"Sebenarnya sama aja sih, karena kan zaman itu di tahun 2000 aja ada perawatan juga ada."

"Ini kan karena pembaharuan aja karena mau ikutin G20, jadi dikaitkan."
"Zaman dulu sekarang sama aja (soal revitalisasi). Cuma ini kan sekarang modern."
"Yang lama kan desain kunolah, tapi anjungan enggak berani bongkar karena adat daerah masing-masing," jelasnya.
Pengunjung Taman Mini, Jumat (31/12/2021). (Pebby Adhe Liana / Tribun Jakarta)
Baca juga: Hasil Survei: Genjot Sirkuit dan Stadion, Kepuasan Publik terhadap Gubernur Anies Tetap Rendah
"Kita berharap sekitar Agustus paling lama September, tahap revitalisasi fisik bisa selesai untuk menyongsong kegiatan G20," imbuh dia.
Keputusan apakah TMII akan ditutup sementara atau tetap dibuka untuk wisatawan masih dikaji.
Hal tersebut mengacu pada aktivitas konstruksi dalam penataan.

"Jadi ada tahapan nanti, ini masih dikaji. Karena di bulan satu, bulan dua, aktivitas konstruksinya belum tinggi sekali."
"Ya mungkin nanti dimulai bulan ketiga, keempat, kelima, keenam, ketika aktivitasnya sudah sangat crowded itu memang harus kita tutup," jelasnya.
Edy menjelaskan, tahap pertama masih sebatas penataan kawasan guna mengembalikkan lay out TMII sebagaimana mestinya.
Prinsipnya, TMII harus menjadi showcase of beauty Indonesia. Tempat orang melihat keindahan budaya bangsa Indonesia.
"Sekarang banyak fungsi komersial lain yang masih tumpang tindih, itu kita tata ulang. Jadi orang datang ke situ, betul-betul bisa merasakan suasana budaya Indonesia," tutur Edy.
Pihaknya berharap nanti ada satu kegiatan side event G20 di TMII. Seperti halnya di Borobudur serta Prambanan.
Sebagai informasi, tema yang diusung dalam upaya mempercantik TMII adalah Indonesia Opera.
Baca juga: Begini Kondisi Terkini TMII, Pengunjung Bersuara Dukung Revitalisasi: Harga Tiket Harus Sepadan
Visi rancangan induk penataan dan pengembangan TMII dibuat sejalan dengan misi dan semangat TMII.
Diharapkan pengunjung yang datang tidak hanya bisa melihat keragaman budaya Indonesia, tapi juga merasakannya.
"Kami telah mengidentifikasi banyak hal tentang apa saja yang harus dilakukan," kata Direktur Proyek Urban+ Rahman Wijaya kepada Kompas.com, Rabu.
Beberapa hal di antaranya berhubungan dengan pengembangan teknologi dan wahana tertentu yang tidak relevan dengan misi dan semangat TMII.
Menurut Rahman, salah satu wahana yang tidak relevan dengan semangat TMII adalah SnowBay.
"SnowBay itu mau dibereskan. Kita bisa pakai untuk sesuatu yang lebih sejalan dengan jiwa dan semangat Taman Mini," ujarnya.