Pembelajaran Tatap Muka

Kepala SMKN 35 Jakbar Ungkap Kondisi 9 Siswanya yang Isolasi Mandiri Akibat Terpapar Covid-19

Kegiatan pembelajaran tatap muka di SMKN 35, Kelurahan Krukut, Tamansari, Jakarta Barat, dihentikan sementara. Ini kondisi siswa terpapar COvid-19.

SHUTTERSTOCK/irem01
Ilustrasi isolasi mandiri di rumah. Kegiatan pembelajaran tatap muka di SMKN 35 Jakarta Barat, Kelurahan Krukut, Tamansari, dihentikan sementara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMANSARI - Kegiatan pembelajaran tatap muka di SMKN 35 Jakarta Barat, Kelurahan Krukut, Tamansari, dihentikan sementara.

Sebabnya, ditemukan 9 siswa dan 2 tenaga pendidik yang terpapar Covid-19.

Kepala SMKN 35, Sopandi mengatakan 9 siswa dan 2 tenaga pendidik itu tak memiliki gejala berat.

Ia menyebut kesebelas orang itu merupakan pasien orang tanpa gejala (OTG).

"Sebenarnya sih OTG ya. Kita pun belum memastikan mereka positif Covid-19 varian Omicron atau bukan. Dan, mereka juga masih sehat," katanya saat dihubungi pada Jumat (21/1/2022).

Baca juga: SMKN 35 Jakbar Ditutup Sementara Usai Hasil Antigen 9 Siswa dan 2 Tenaga Pendidik Positif Covid-19

Baca juga: Waspada! Wali Kota Tangerang Meramalkan Gelombang Ketiga Covid-19 Terjadi Pada Akhir Januari 2022

Sopandi menyebut ke-11 pasien itu tak dibawa ke Wisma Atlet.

Mereka menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

"Mereka (Isoman) di rumah masing-masing. Sebagian saya dapat info, sudah dites lagi dan hasilnya negatif," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, SMKN 35 di Kelurahan Krukut, Tamansari, Jakarta Barat dilakukan penutupan sementara.

Penutupan sementara itu dilakukan karena ditemukan 9 siswa dan 2 tenaga kependidikan positif Covid-19 setelah dites antigen massal.

Ilustrasi Swab Antigen
Ilustrasi Swab Antigen (Dwi Putra Kesuma / Tribun Jakarta)

Adapun pelaksanaan antigen massal ini sebagai buntut dari wilayah RW 002 Kelurahan Krukut yang masuk zona merah Covid-19.

Kepala SMKN 35, Sopandi mengatakan seluruh siswa dan karyawan di sekolahnya telah dilakukan tracing dan testing selama tiga hari sejak 11 Januari - 13 Januari 2022.

"Kita di sini ada hampir total 1.000-an guru dan murid yang di-tracing. Hasilnya memang dari hasil swab antigen itu sementara ada 9 siswa dan 2 tenaga pendidikan yang positif," katanya saat dihubungi pada Jumat (21/1/2022).

Sopandi melanjutkan begitu mengetahui hasil positif dari tes antigen, pihak sekolah langsung melakukan penutupan sekolah sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19.

Pihak sekolah kemudian meniadakan sementara pembelajaran tatap muka (PTM) selama 14 hari ke depan.

"Dari tanggal 11 tracing sampai tanggal 24 Januari," katanya.

Kendati ditutup sementara, para siswa tetap mengikuti pembelajaran jarak jauh.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved