Pasutri Dikira Meninggal di Kecelakaan Balikpapan, Tetangga: Ternyata Allah Masih Lindungi Mereka

Pasutri asal Kota Samarinda sempat dikira para tetangganya turut menjadi korban meninggal dunia dalam insiden kecelakaan maut di Simpang Rapak.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Kecelakaan maut kembali terjadi di turunan simpang Muara Rapak Jalan Soekarno Hatta Balikpapan, Jumat (21/1/2022) sekitar pukul 06.20 WITA. Pasangan suami istri (pasutri) asal Kota Samarinda, Kalimantan Timur sempat dikira para tetangganya turut menjadi korban meninggal dunia dalam insiden kecelakaan maut di Simpang Rapak, Balikpapan, Jumat (21/1/2022) pagi. 

TRIBUNJAKARTA.COM, SAMARINDA - Pasangan suami istri (pasutri) asal Kota Samarinda, Kalimantan Timur sempat dikira para tetangganya turut menjadi korban meninggal dunia dalam insiden kecelakaan maut di Simpang Rapak, Balikpapan, Jumat (21/1/2022) pagi.

Rumah pasutri bernama Muhammad Yamin dan istrinya Marwiya di Perumahan Kalimanis (PKL), Blok B, RT 9 Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan, Samarinda itu pun sempat dikerumuni para tetangga usai mengetahui adanya kecelakaan maut di Simpang Rapak.

Para tetangga kemudian bisa sedikit bernafas lega setelah keluarga korban memastikan bahwa pasutri itu tidak menjadi korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut di Simpang Rapak.

Saat ini pasutri tersebut masih menjalani perawatan intensif di RSUD Kanujoso Djatiwibowo Kota Balikpapan.

Sementara sang anak yang diketahui bernama Azka sudah bersama dengan pihak keluarga.

Baca juga: Bersih dari Luka Meski Sebabkan Kecelakaan Maut di Balikpapan, Ini Pengakuan Sang Sopir Truk

"Masih selamat. Mohon doanya semoga mereka segera sadar. Amin, amin," ucap seorang wanita yang diyakini sebagai keluarga korban, seperti dilansir dari Tribun Kaltim.

Sementara itu, Fitriadi (54) salah seorang tetangga menerangkan pasutri itu bahwa keluarga tersebut merupakan pribadi-pribadi yang hangat.

Mereka memiliki tiga anak. Anak pertama perempuan, kini tengah duduk di bangku SMA, anak kedua laki-laki siswa SMP dan ketiga, Azka yang turut dibawa di hari peristiwa ini.

Suasana kediaman Muhammad Yamin dan istrinya Marwiya yang turut menjadi korban dalam kecelakaan maut di Kota Balikpapan, Jumat (21/1/2022) pagi tadi.
Suasana kediaman Muhammad Yamin dan istrinya Marwiya yang turut menjadi korban dalam kecelakaan maut di Kota Balikpapan, Jumat (21/1/2022) pagi tadi. (TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA)

"Bapaknya kerja di Mall Plaza Mulia, istrinya IRT," terang Fitriadi.

Ia menjelaskan, sepengetahuan mereka sebagai tetangga, pasangan suami istri tersebut tengah melakukan perjalanan ke Balikpapan sejak subuh tadi.

"Dua anaknya enggak ikut karena lagi sekolah," jelasnya.

"Nah kami tahu mereka jadi korban kecelakaan karena banyak beredar di berita," tutur dia.

Mereka sempat mengira seluruh penumpang mobil Daihatsu Ayla berplat KT 1887 NT tersebut tidak dapat terselamatkan.

"Tapi ternyata Allah masih melindungi nyawa mereka. Semoga cepat pulih dan sehat kembali," doanya.

Baca juga: Cerita Korban Selamat Kecelakaan Maut Balikpapan: Suara Kencang Terdengar Sebelum Motornya Terseret

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved