Kondisi Terbaru TMII
TMII Ramai Dibicarakan, Cerita Eks Karyawan Kenang Alasan Warga Setuju Lahannya Digusur Tahun 70-an
Perbincangan mengenai TMII belakangan ini menjadi sorotan. Ini cerita eks karyawan saat pembebasan lahan tahun 1970-an.
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina
TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Perbincangan mengenai Taman Mini Indonesia Indah (TMII) belakangan ini menjadi sorotan.
Bermula dari lini massa Twitter, kondisi TMII saat ini diperlihatkan kepada warganet dalam bentuk foto maupun video.
Diketahui, sejak Rabu (19/1/2022), tweet yang dicuitkan oleh @RomitsuT ini membandingkan penampakan dan kondisi TMII saat masih dibawah naungan Yayasan Harapan Kita dan setelah diambil alih Sekretariat Negara (Setneg) pada 1 April 2021 lalu.
Meski disebut sedang mengalami revitalisasi dibeberapa lokasi, lantas bagaimana dengan kondisi TMII tempo dulu?
Mantan karyawan TMII, Nunuk Suyono menceritakan hal ini kepada TribunJakarta.com.
Pada tahun 1970-an, Nunuk menuturkan lahan ratusan meter tersebut merupakan perkebunan karet dan rawa milik warga sekitar kawasan Cipayung, Jakarta Timur.
Baca juga: Begini Kondisi Terkini TMII, Pengunjung Bersuara Dukung Revitalisasi: Harga Tiket Harus Sepadan
Baca juga: FOTO PENAMPAKAN Danau Arsipel TMII Dikuras, Ekskavator Keruk Endapan Lumpur
Proses ganti rugi pun telah dilakukan sehingga pembangunan proyek tersebut bisa dilaksanakan.
"Berdirinya memang dari tahun 1970 sudah mulai pembebasan itu ya. Pengembangan demi pengembangan itu kan dulu tuh memang ada yang diresmikan sama almarhumah Bu Tien. Kalau warga tidak dipaksa atau dianukan, ya cuma intinya diganti dengan keikhlasan warga sekitarnya dan warga sekitarnya pun juga dapat sertifikatnya dari almarhum Bu Tien," jelasnya, Jumat (21/1/2022).

Setujunya warga untuk membebaskan lahan mereka lantaran adanya iming-iming yang dijanjikan pihak Cendana.
Nunuk mengatakan saat itu para warga dijanjikan dapat bekerja di TMII hingga ke anak cucunya.
"Itu cerita dari senior-senior saya. Misalnya nanti anak cucunya boleh kerja di TMII. Memang kan waktu itu gaji masih kecil tahun segitu, tapi banyak warga sekitar yang masuk di TMII. Ada yang di anjungan, ada yang di museum, ada yang di wahana lain," lanjutnya.
Kendati begitu, Nunuk mengatakan dirinya masuk berdasarkan jalur profesional atau melamar dan mengikuti serangkaian tes.
Sebab, pensiunan tahun 2021 ini baru memulai karirnya di TMII pada tahun 1985 dan ditempatkan pada bagian teknik umum.
Pengunjung TMII Bersuara Dukung Revitalisasi

Sejumlah pengunjung mendukung revitalisasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Diketahui, Rabu (19/1/2022), cuitan di Twitter tengah ramai membahas soal TMII
Di mana dalam tweet yang dicuitkan oleh @RomitsuT, membandingkan penampakan dan kondisi TMII saat masih dibawah naungan Yayasan Harapan Kita dan setelah diambil alih Sekretariat Negara (Setneg) pada 1 April 2021 lalu.
Kondisi yang memperihatinkan di TMII ini ditampilkan dalam bentuk foto maupun video.
Meski begitu, pihak pengelola mengatakan TMII sedang dalam tahap revitalisasi.
Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 116 tahun 2021.

Dukungan pengunjung akan revitalisasi TMII dengan harapan menjadi lebih baik juga didasari harga tiket yang naik.
"Kalau untuk memperindah ya enggak apa-apa. Apalagi tiket masuk sekarang sudah mengalami kenaikan lagi ya. Jadi harusnya sebanding sama fasilitas yang ada. Kan memang beberapa bangunan terlihat kurang terurus ya. Jadi perlu direnovasi lagi," ucap Rani, satu diantara pengunjung di lokasi, Jumat (21/1/2022).
Ia mengatakan harga tiket yang cukup mahal dan tak berlaku tersebut, kadang membuatnya berpikir dua kali untuk ke TMII.
"Sebenarnya merasakan tiket mahal udah dari zaman di bawah Yayasan itu ya. Tapi kan beberapa museum justru enggak keurus seperti yang museum telekomunikasi. Padahal tiket di pintu udah mahal dan ke wahana kita bayar lagi," ucapnya.
Maulana, pengunjung lainnya turut mengutarakan hal senada.
Ia justru mendukung penuh adanya revitalisasi besar-besaran seperti saat ini.
"Setuju setuju aja sih. Jadi jelas yang sudah lama bangunannya bisa diperindah kembali. Tadi lihat Keong Emas lagi dicat juga," jelasnya.
Kondisi Terkini TMII
Saat ini TMII tengah dalam proses revitalisasi.
"Betul, saat ini TMII sedang dilaksanakan renovasi sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 116 tahun 2021. Secara detail dapat ditanyakan ke (Kementerian) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai pelaksananya," kata Kahumas TMII Adi Widodo dikutip dari Kompas.com, Jumat (21/1/2022).
Berdasarkan pantauan TribunJakarta.com, begitu memasuki areal TMII sudah terdengar suara alat berat yang sedang bekerja.
Pasalnya, pintu masuk 3 TMII memang berdekatan dengan Museum Telekomunikasi yang diketahui masuk dalam daftar revitalisasi.
Dua alat berat terlihat tengah menghancurkan bagian depan Museum Telekomunikasi dengan warna cat yang sudah memudar.
Kemudian, bagian lain yang ikut direvitalisasi adalah jalanan sekitaran Candi Bentar dan sebrang Keong Emas TMII.
Seng putih yang berjajar terlihat telah membentang sebagai tanda adanya pekerjaan proyek.
Selanjutnya, wahana kolam renang SnowBay juga termasuk dalam revitalisasi.
Para pekerja proyek tampak lalu lalang dari luar menuju kolam renang bernuasa kutub tersebut.
Sebab, Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Direktur Proyek Urban+ Rahman Wijayasempat mengatakan bila SnowBay TMII bakal dibereskan.
"SnowBay itu mau dibereskan. Kita bisa pakai untuk sesuatu yang lebih sejalan dengan jiwa dan semangat taman mini," ucap Rahman.
Selain itu, sejumlah rumah adat atau anjungan, Istana Anak-Anak Indonesia, Keong Emas hingga Danau Arsipel turut direvitalisasi.
Sehingga di wahana Istana Anak-Anak Indonesia telah ditutup bagi pengunjung.
Dilansir dari Kompas.com, Perpres Nomor 116 Tahun 2021 membahas tentang Percepatan Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur untuk Mendukung Penyelenggaraan Acara Internasional di Provinsi Bali, Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Acara internasional yang disebut dalam Perpres Nomor 116 Tahun 2021 adalah Presidensi G20 Tahun 2022, ASEAN Summit, dan acara di Kawasan Mandalika.
Dalam Perpres tersebut, tertulis bahwa Menteri PUPR diberi penugasan untuk melaksanakan percepatan pelaksanaan pembangunan atau renovasi infrastruktur.
Salah satunya adalah renovasi kawasan TMII.
Selanjutnya, Menurut laman resmi BUMN, kawasan TMII akan ditata mulai Januari 2022 guna mendukung acara G20.
"Mulai bulan Januari, itu sudah kick off penataan kawasan ini sudah dimulai. Kita berharap sekitar Agustus paling lama September, tahap revitalisasi fisik bisa selesai untuk menyongsong kegiatan G20," kata Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (PT TWC), Edy Setijono, Senin (18/1/2022).
Keputusan apakah TMII akan ditutup sementara atau tetap dibuka untuk wisatawan masih dikaji.
Hal tersebut mengacu pada aktivitas konstruksi dalam penataan.