Kondisi Terbaru TMII

YHK Janjikan Warga Hingga Anak Cucu Bisa Kerja sebelum TMII Berdiri

Jauh sebelum TMII dibangun, warga sekitar Cipayung pernah dijanjikan bahwa mereka hingga ke anak dan cucunya bisa bekerja di TMII.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH
Suasana sejumlah tempat yang direvitalisasi di TMII, Jakarta Timur, Jumat (21/1/2022). Jauh sebelum TMII dibangun, warga sekitar Cipayung pernah dijanjikan bahwa mereka hingga ke anak dan cucunya bisa bekerja di TMII. 

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Yayasan Harapan Kita (YHK) pernah menjanjikan kepada warga Cipayung, Jakarta Timur dan sekitarnya hingga ke anak cucunya bisa bekerja di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Janji itu dilontarkan YHK lebih dari 50 tahun silam atau sebelum Taman Mini atau TMII didirikan.

Cerita soal janji YHK itu diceritakan salah satu mantan karyawan Taman Mini atau TMII, Nunuk Suyono menceritakan hal ini kepada TribunJakarta.com.

Diketahui beberapa hari terakhir Taman Mini atau TMII tengah menjadi sorotan karena disebut terbengkalai sejak diambil oleh pemerintah pusat.

Hal itu bermula dari lini massa Twitter, dimana ada seorang warganet yang membeberkan kondisi TMII saat ini yang diperlihatkan dalam bentuk foto maupun video.

Baca juga: Taman Mini Disebut Terbengkalai Sejak Diambil Pemerintah Pusat, Taman Tebet Makin Kece di Era Anies

Sejak Rabu (19/1/2022), tweet yang dicuitkan oleh @RomitsuT ini membandingkan penampakan dan kondisi TMII saat masih dibawah naungan Yayasan Harapan Kita (YHK) dan setelah diambil alih Sekretariat Negara (Setneg) pada 1 April 2021 lalu.

"TMII sebelum dan sesudah diambil alih dan dikelola oleh pemerintah. Ambyeaaarrrrrrrr.......merusak bukan menambah baik," cuit akun tersebut.

Terlihat Wahana Air Snow Bay misalnya.

postingan viral tentang kondisi TMII yang tak terawat.
postingan viral tentang kondisi TMII yang tak terawat. (Istimewa via Tribunnews)

Kolam renang tersohor di Jakarta itu kini tutup dan terbengkalai.

Tak ada lagi kolam renang dengan air biru, yang ada hanya genangan air berwarna kecoklatan dan ceceran daun-daun.

Terlihat juga bagian atas bangunan Museum Telekomunikasi sudah jebol di beberapa sisi.

Warna tembok museum pun sudah kusam dan compang camping di sana sini.

Postingan Twitter di atas pun mengundang reaksi netizen.

Ada yang mengkritik pemerintah atas terbengkalainya obyek wisata tersebut, hingga mengaitkannya dengan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru yang tengah gencar dibangun.

Baca juga: Eks Karyawan TMII Akui Yayasan Harapan Kita Sudah Ada Revitalisasi: Anjungan Enggak Berani

Namun, ada juga yang memberikan pembelaan dan menyebut kondisi dua lokasi tersebut sudah terbengkalai sebelum diambil alih.

Warga Sempat Dijanjikan Kerja di TMII Hingga Anak Cucunya

Sebelum dibangun menjadi Taman Mini atau TMII, pada tahun 1970-an, Nunuk menuturkan lahan ratusan meter tersebut merupakan perkebunan karet dan rawa milik warga sekitar kawasan Cipayung, Jakarta Timur.

Kemudian area seluas 150 hektar itu dibeli oleh pemerintah saat itu untuk pembangunan Taman Mini atau TMII.

Danau Arsipel TMII dikuras, Jumat (21/1/2022)
Danau Arsipel TMII dikuras, Jumat (21/1/2022) (Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Adalah ibu negara saat itu yakni Siti Hartinah atau Tien Soeharto yang turun tangan dalam hal pembebasan lahan.

Mengingat TMII memang merupakan proyek dari Tien Soeharto melalui YHK.

Mengutip laman TMII, kawasan taman wisata seluas 150 hektar ini dibangun pada Tahun 1972 dan diresmikan pada 20 April 1975.

Jauh sebelum dilakukan peresmian, gagasan pembangunan TMII dicetuskan Tien pada suatu pertemuan di Jalan Cendana Nomor 8 Jakarta, 13 Maret 1970.

Saat itu, dia menginginkan adanya miniatur yang memuat kelengkapan Indonesia dengan segala isinya.

Melalui miniatur ini, diharapakan dapat membangkitkan rasa bangga dan cinta tanah air di seluruh pelosok negeri.

Setelah itu, dimulailah proyek TMII yang disebut Proyek Miniatur Indonesia atau "Indonesia Indah" yang dilaksanakan oleh YHK.

Baca juga: TMII Ramai Dibicarakan, Cerita Eks Karyawan Kenang Alasan Warga Setuju Lahannya Digusur Tahun 70-an

"Berdirinya memang dari tahun 1970 sudah mulai pembebasan itu ya.

Pengembangan demi pengembangan itu kan dulu tuh memang ada yang diresmikan sama almarhumah Bu Tien.

Kalau warga tidak dipaksa atau dianukan, ya cuma intinya diganti dengan keikhlasan warga sekitarnya dan warga sekitarnya pun juga dapat sertifikatnya dari almarhum Bu Tien," ujar Nunuk Suyono yang bekerja selama 36 tahun di Taman Mini saat berbincang dengan TribunJakarta.com, Jumat (21/1/2022).

Hal itu membuat warga setuju untuk membebaskan lahan mereka lantaran adanya iming-iming yang dijanjikan pihak Cendana.

Suasana sejumlah tempat yang direvitalisasi di TMII, Jakarta Timur, Jumat (21/1/2022)
Suasana sejumlah tempat yang direvitalisasi di TMII, Jakarta Timur, Jumat (21/1/2022) (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH)

Nunuk mengatakan saat itu para warga dijanjikan dapat bekerja di TMII hingga ke anak cucunya.

"Itu cerita dari senior-senior saya.

Misalnya nanti anak cucunya boleh kerja di TMII," kata dia.

Meski gaji untuk bekerja di Taman Mini atau TMII kala itu tergolong kecil, warga sekitar merasa terbantu sehingga banyak yang bekerja di sana.

"Ada yang di anjungan, ada yang di museum, ada yang di wahana lain," tuturnya.

Adapun Nunuk mengatakan dirinya masuk berdasarkan jalur profesional atau melamar dan mengikuti serangkaian tes.

Baca juga: Anies Baswedan Rela Terbang ke Kampung eks Wakil Jokowi, Jalani Ritual di Rumah Pejabat Ternama

Sebab, pensiunan tahun 2021 ini baru memulai karirnya di TMII pada tahun 1985 dan ditempatkan pada bagian teknik umum.

Sejarah YHK

Melansir Kompas.com, YHK didirikan oleh Istri Presiden ke-2 RI Soeharto yaitu Siti Hartinah atau dikenal dengan Tien Soeharto pada 23 Agustus 1968.

Pendirian YKH ini bertepatan pada syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) Tien ke-45 pada saat itu.

Setelah didirikan, YKH dikelola oleh Tien dan beberapa istri pejabat lainnya yaitu Siti Zaleha Ibnu Sutowo, Sri Dewanti Muhono, Kartini Widya Latief, Siti Maemunah Alamsjah, Wastuti Ali Murtopo, dan Soetamtitah Soedjono Humardani.

Saat mendirikan YKH, Tien bermodalkan uang Rp 100.000 untuk membangun YKH pada zaman itu.

Yayasan ini akhirnya berkembang dengan mendirikan berbagai mahakarya. Sebut saja, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita, RS Jantung Harapan Kita, Taman Anggrek Indonesia Permai (TAIP), dan masih banyak lagi.

Taman Mini Indonesia Indah (kiri) dan Taman Tebet (kanan).
Taman Mini Indonesia Indah (kiri) dan Taman Tebet (kanan). (Tribun Jakarta)

Penjelasan Pihak TMII

Terkait viralnya Taman Mini atau TMII tak terurus, Kepala Humas TMII Adi Widodo mengatakan bahwa sedang ada renovasi di TMII.

"Betul, saat ini TMII sedang dilaksanakan renovasi sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 116 tahun 2021.

Secara detail dapat ditanyakan ke (Kementerian) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai pelaksananya," katanya dilansir dari Kompas.com, Kamis (20/1/2022).

Danau Arsipel TMII dikuras, Jumat (21/1/2022)
Danau Arsipel TMII dikuras, Jumat (21/1/2022) (Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Adapun Perpres Nomor 116 Tahun 2021 membahas tentang Percepatan Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur untuk Mendukung Penyelenggaraan Acara Internasional di Provinsi Bali, Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Acara internasional yang disebut dalam Perpres Nomor 116 Tahun 2021 adalah Presidensi G20 Tahun 2022, ASEAN Summit, dan acara di Kawasan Mandalika.

Dalam Perpres tersebut, tertulis bahwa Menteri PUPR diberi penugasan untuk melaksanakan percepatan pelaksanaan pembangunan atau renovasi infrastruktur.

Salah satunya adalah renovasi kawasan TMII.

Menurut laman resmi BUMN, kawasan TMII akan ditata mulai Januari 2022 guna mendukung acara G20.

"Mulai bulan Januari, itu sudah kick off penataan kawasan ini sudah dimulai.

Danau Arsipel TMII dikuras, Jumat (21/1/2022)
Danau Arsipel TMII dikuras, Jumat (21/1/2022) (Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Kita berharap sekitar Agustus paling lama September, tahap revitalisasi fisik bisa selesai untuk menyongsong kegiatan G20," kata Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (PT TWC), Edy Setijono, Senin (18/1/2022).

Sebagian artikel disarikan dari Kompas.com dengan judul "Digugat Perusahaan Singapura, Begini Sepak Terjang Yayasan Harapan Kita"

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved