Ketika Normalisasi Sungai Tak Dilanjut, Ketua DPRD Nilai Anies Takut Dicap Tukang Gusur

Prasetyo menuding Anies tak melakukan itu demi menjaga nama baik. Untuk itulah, Prasetyo menilai bahwa Anies Baswedan takut dicap tukang gusur.

TRIBUNJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendadak ogah melanjutkan program normalisasi sungai.

Padahal sebelumnya, Anies ngotot meyakini program itu dapat mengantisipasi banjir.

Normalisasi sungai juga sudah diamanatkan dalam Peraturan Daerah yang dibuat bersama DPRD DKI.

Kini Anies justru memilih mengganti program antisipasi banjir dengan membuat waduk, polder dan perbaikan saluran air.

Program-program yang dibuat oleh Pemprov DKI jakarta di tahun 2022 sudah mulai dilaksanakan.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi, Edi menilai Anies Baswedan tak mampu merampungkan program normalisasi karena takut dicap sebagai tukang gusur.

Ia pun menilai Anies tebang pilih dalam menjalankan Peraturan Daerah (Perda).

Hal ini dikatakan Prasetyo menanggapi klaim Anies yang menyebut Formula E digelar untuk menjalankan Perda.

Perda yang dimaksud Anies adalah tentang APBD Perubahan 2019, di mana Pemprov DKI mengalokasikan anggaran untuk membayar uang komitmen Formula E.

Bila Anies menjadikan Perda itu sebagai dalih menggelar Formula E, maka Prasetyo meminta agar Anies menjalankan semua program yang tertuang di dalamnya, termasuk pembebasan lahan untuk normalisasi sungai.

Prasetyo berpendapat program normalisasi sangat krusial dalam mengatasi banjir di Jakarta.

Dalam tugasnya, Pemprov DKI melakukan pembebasan lahan.

Sedangkan proses pengerjaan normalisasi dilakukan Kementerian PUPR.

Namun ketika Anies tak melakukan pembebasan lahan tak dikerjakan, secara otomatis normalisasi pun tidak bisa dilakukan.

Prasetyo menuding Anies tak melakukan itu demi menjaga nama baik.

Untuk itulah, Prasetyo menilai bahwa Anies Baswedan takut dicap tukang gusur.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved