PPKM DKI Masih Level 2, Wagub Ariza: Kalau Tidak Ada Penyangga Seharusnya Level 1

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan, pihaknya belum belum berencana menarik rem darurat demi menekan penyebaran Covid-19.

TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di GOR Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (22/1/2022). Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan, pihaknya belum belum berencana menarik rem darurat atau kembali melakukan pembatasan kegiatan demi menekan penyebaran Covid-19. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan, pihaknya belum belum berencana menarik rem darurat atau kembali melakukan pembatasan kegiatan demi menekan penyebaran Covid-19.

Ia pun menyakini keputusan pemerintah pusat kembali memperpanjang status PPKM Level 2 di DKI hingga 31 Januari 2022 mendatang sudah tepat.

"Kemarin banyak berspekulasi Jakarta akan di level 3, tapi ternyata kan tidak. Pemerintah pusat dalam mengambil kebijakan kan harus komprehensif," ucapnya di Balai Kota, Kamis (27/1/2022).

"Jadi, kebijakan yang diputuskan oleh pemerintah itulah kebijakan yang terbaik," sambungnya menjelaskan.

Orang nomor dua di DKI ini pun bersyukur status PPKM di ibu kota tidak naik menjadi level 3.

Bahkan ia menyebut, DKI Jakarta seharusnya masih berstatus PPKM Level 1 bila evaluasi yang dilakukan pemerintah pusat tidak melibatkan wilayah penyangga.

Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 Tembus 10.000, DKI Jakarta Tetap Terapkan PPKM Level 2 Hingga 31 Januari 2022

Baca juga: Covid-19 di DKI Terus Naik, Luhut Ungkap Kemungkinan Naik ke PPKM Level 3, Cek BOR di RS Rujukan

Baca juga: Ganjil Genap di Jakarta Tak Dipengaruhi Status PPKM, Dishub DKI: Ini Pengendalian Mobilitas

Sebagai informasi, DKI Jakarta dianggap memiliki satu kesatuan dengan wilayah sekitar, seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek).

Untuk itu, penetapan status PPKM di ibu kota juga dipengaruhi oleh kondisi penyebaran Covid-19 di wilayah penyangga.

"Kami bersyukur tetap mendapat kepercayaan dari pemerintah pusat untuk di level 2. Itu pun mohon maaf, karena ada daerah penyangga," ujarnya.

"Mungkin kalau tidak ada daerah penyangga, Jakarta bisa level 1," tambahnya menjelaskan.

Untuk diketahui, kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta kini sudah mencapai 14.082.

Penambahan kasus harian pun kini sudah menembus angka 3.000 kasus.

Adapun jumlah kasus Covid-19 di ibu kota sejak awal pandemi mencapai 886.999 kasus.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved