Jadi Penyumbang Covid Tertinggi di DKI, Masyarakat Usia 20-40 Tahun Diminta Kurangi Mobilitas

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengimbau masyarakat usia 20-40 tahun mengurangi mobilitas.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Warga berolahraga saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (21/6/2020). Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengimbau masyarakat usia 20-40 tahun kurangi mobilitas. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengimbau masyarakat usia 20-40 tahun mengurangi mobilitas.

Pasalnya, berdasar kajian terbaru yang dilakukan Dinkes DKI menunjukkan hasil bila di usia 20-40 tahun menjadi penyumbang kasus Covid-19 paling tinggi di Ibu Kota.

"Bukan hanya perkantoran, ya termasuk ya pokoknya rentan usia itu, itu ada di mana-mana kan. Nah itu orang dengan mobilitas yang sangat tinggi," kata Kadinkes DKI Jakarta, Widyastuti di Balai Kota DKI, Kamis (27/1/2022) malam.

Menurutnya tak hanya perkantoran, masyarakat dengan rentan usia tersebut memang perlu memperketat aktivitas.

Sebab, berdasar data pertanggal 27 Januari 2022, Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat kasus aktif di Jakarta hari ini naik sejumlah 2.248 kasus dari hari sebelumnya.

Sehingga jumlah kasus aktif kini sebanyak 16.330 (orang yang masih dirawat/isolasi).

Baca juga: Dalam 2 Pekan, Vaksinasi Booster di Jakarta Selatan Jangkau 115 Ribu Orang

Baca juga: Omicron Meningkat, Jumlah Pasien Covid-19 di RS Polri Kramat Jati Melonjak 45 Persen

"Perlu digarisbawahi bahwa 15.451 orang dari jumlah kasus aktif (90,9%) merupakan transmisi lokal, sedangkan sisanya adalah pelaku perjalanan luar negeri. Sementara itu, kasus positif baru berdasarkan hasil tes PCR hari ini bertambah 4.149 orang sehingga total 891.148 kasus, yang mana 3.920 di antaranya (94,5%) juga merupakan transmisi lokal," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia.

Selain itu, untuk kasus varian omicron, dari 2.404 orang yang terinfeksi, sebanyak 1.309 orang adalah pelaku perjalanan luar negeri, sedangkan 1.095 lainnya adalah transmisi lokal.

Tak Jadi Penyumbang Tertinggi Covid, PTM Masih Digelar

Dinas Kesehatan DKI Jakarta ungkap faktor lain yang menjadi alasan dibalik masih terselenggaranya pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Ibu Kota.

Hal ini menyusul banyaknya desakan dari berbagai pihak agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengambil kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di tengah melonjaknya kasus covid.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan pihaknya membuat kajian terkait dengan hal ini.

Kajian tersebut diberi nama rasio insiden rate. Di mana proporsinya menyasar perkelompok usia dengan rentan per-10 tahun.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved