Pemuda Tewas di Kamar Mandi

Muncul Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Korban Tewas Mulut Dilakban di Bekasi, Ini Kata Polisi

Kabar pemuda berinisial AY (19) korban pembunuhan di Pondok Gede Kota Bekasi, sempat mendapatkan perlakuan kekerasan seksual.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho, di Mapolres Tangsel, Rabu (13/3/2019). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK GEDE - Kabar pemuda berinisial AY (19) korban pembunuhan di Pondok Gede Kota Bekasi, sempat mendapatkan perlakuan kekerasan seksual mencuat di kalangan masyarakat. 

Berdasarkan informasi yang berbeda di media sosial, tersangka TAW (20) diduga telah melakukan tindakan asusila terlebih dahulu kepada korban saat posisinya tangan dan kaki terikat serta mulut di lakban. 

Menanggapi hal tersebut, Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Alexander Yurikho belum dapat memastikan kebenaran informasi yang beredar. 

Alex mengatakan, hasil otopsi secara keseluruhan belum keluar, sehingga belum dapat diketahui indikasi dugaan sodomi benar-benar dilakukan atau tidak. 

"Kita tunggu hasil pemeriksaan resmi hasil otopsi dari Dokter Forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati," kata Alex, Jumat (28/1/2022). 

Dia meminta kepada rekan-rekan korban atau siapapun jangan mengambil kesimpulan tanpa dasar, sebab hal tersebut dapat menyakitkan hati keluarga almarhum yang ditinggalkan. 

"Jangan berprasangka tanpa dasar yang jelas, apalagi ini korban sudah almarhum," tegas Alex. 

Baca juga: Hati-hati, Warga Perbatasan Jaksel Buang Sampah Sembarangan Bisa Kena OTT

Meninggal Dunia Akibat Kesulitan Bernafas 

Alex mengatakan, berdasarkan hasil otopsi sementara, korban AY meninggal duni akibat kesulitan bernafa. 

"Hasil (otopsi) sementara sudah keluar, meninggal karena tersumbatnya saluran pernafasan,"kata Alex. 

Alex sapaan akrabnya menjelaskan, tersangka TAW (20) sempat mengaku hanya menutup bagian mulut korban tidak sampai ke hidung. 

Baca juga: Beda Usia 30 Tahun, Istri Rangga Sasana Ungkap Kesan Pertama saat Bertemu Sang Suami: Bak Pangeran

Namun, keterangan itu tidak sesuai dengan hasil tim forensik yang menemukan adanya penyebab kematian melalui visum lantaran korban kesulitan bernafas.  

"Pengakuan tersangka hanya melapisi mulut menggunakan lakban, tapi fakta dari hasil visum bahwa korban meninggal karena tersumbat saluran penafasannya," ucap Alex. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved