Direktur Keuangan Jakpro Mundur

Direktur Keuangan Mundur Saat Formula E Memanas, Jakpro: Formula E Jalan Terus

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) klaim pergantian Direktur Keuangan tak akan pengaruhi jalannya Formula E.

Kolase Tribun Manado
Ajang Formula E dijadwalkan digelar di Jakarta pada 2022 - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - PT Jakarta Propertindo (Jakpro) klaim pergantian Direktur Keuangan tak akan pengaruhi jalannya Formula E.

Di tengah sorotan Formula E, Yuliantina Wangsawiguna tak lagi menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

Lantaran sakit, ia telah mengajukan pengunduran diri sejak November 2021 lalu.

Kini, jabatan tersebut diisi oleh Leonardus W. Wasono Mihardjo atau akrab disapa Soni.

"Masih on schedule Insha Allah (menyoal Formula E)," kata Dirut PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Widi Amanasto saat dihubungi, Minggu (30/1/2022).

Pernyataan ini pun kembali dibenarkan oleh Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT Jakarta Propertindo, Nadia Diposanjoyo.

Ia mengatakan penyelenggaraan Formula E bakal berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Baca juga: Dirut Keuangan Jakpro Mundur saat Memanasnya Formula E: Pengajuannya Sudah 2 Bulan Lalu

"iya tidak (tidak berpengaruh). Formula E jalan terus. Sebagaimana layaknya penuntasan berbagai mega projek yang diamanahkan ke Jakpro, adalah komitmen kami untuk menuntaskan berbagai tugas dan menjalankan amanah dengan baik," jelasnya

Sebagai informasi, di tengah sorotan penyelanggaran Formula E, Jakpro malah mengumumkan pergantian direksi.

Kini, Yuliantina Wangsawiguna tak lagi menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sejak pertengahan Januari 2022 lalu.

Anak buah Gubernur DKI Jakarta ini mundur sebagai Direktur Keuangan PT Jakpro saat Formula E tengah menjadi sorotan publik.

Baca juga: Wagub Ariza Anggap Wajar Jakpro ke Arab Saudi Langgar Imbauan Jokowi Demi Studi Banding Formula E

Adapun permohonan pengunduran diri Yuliantina disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 13 Januari 2022.

Melalui rilis resminya, PT Jakpro mengungkap alasan pengunduran diri Yuliantina Wangsawiguna yakni karena sakit dan tengah menjalani perawatan.

"RUPSLB Jakpro telah memutuskan untuk menyetujui pengunduran diri Direktur Keuangan Yuliantina Wangsawiguna guna menjalani perawatan kesehatan yang dijalankan sejak dua bulan lalu," demikian isi pernyataan resmi Jakpro dikutip TribunJakarta.com, Sabtu (29/1/2022).

Adapun jabatan Direktur Keuangan PT Jakpro saat ini diisi oleh Leonardus W. Wasono Mihardjo.

Formula E di Diriyah Arab Saudi 2019
Formula E di Diriyah Arab Saudi 2019 (fiaformulae)

Akrab disapa Soni, Direktur Keuangan PT Jakpro ini diketahui pernah menjabat sebagai Partner di Accenture, dan sebelumnya telah 25 tahun malang melintang di industri telekomunikasi, khususnya Telkom Group, dengan posisi terakhir sebagai CFO PT Telkomsel.

Soni juga merupakan lulusan S1 STT Telkom, S2 bidang Telekomunikasi dari Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT), dan S3 bidang Bisnis dari Binus University.

Selain itu, kondisi keuangan PT Jakpro belakangan memang menjadi sorotan setelah terungkap BUMD DKI ini belum punya sponsor untuk menggelar Formula E yang akan dilangsungkan Juni 2022 mendatang.

Alhasil, Jakpro pun harus menggelontorkan dana perusahaan hingga Rp70 miliar untuk menalangi pembuatan trek Formula E di kawasan Ancol, Jakarta Pusat.

Bahkan, anggota Komisi B DPRD DKI dari Fraksi PDIP Gilbert Simanjuntak khawatir, Jakpro bisa kolaps gara-gara Formula E.

Dikutip dari Wartakotalive.com, Jakpro sudah memakai dana korporasi sebesar Rp 70 miliar untuk mencicil pengadaan material lintasan Formula E sejak tahun 2019 lalu.

Bahkan, Jakpro berencana kembali menggunakan dana korporasi sebesar Rp 50 miliar karena uang sponsor belum masuk. 

Padahal, mereka harus menyiapkan sirkuit untuk turnamen Formula E akan digelar sekitar 130 hari lagi.

“Dana korporasi keluar Rp 70 miliar tentunya menimbulkan efek Jakpro akan kolaps. Kalau gagal dilaksanakan dan swasta tidak ada yang ikut, maka uang Jakpro akan hilang dan rencana revenue (pendapatan) Rp 2,1 triliun untuk tahun 2022 hanya sebatas di atas kertas saja,” kata anggota DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak berdasarkan keterangannya, Kamis (27/1/2022).

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved