Kasus Aktif Covid-19 Meningkat, Pemkot Depok Siapkan Tempat Isolasi Berbasis Masyarakat

Pemerintah Kota Depok tengah menyiapkan lokasi karantina untuk pasien Covid-19 berbasis masyarakat.

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, saat dijumpai wartawan. Dadang mengatakan Pemerintah Kota Depok tengah menyiapkan lokasi karantina untuk pasien Covid-19 berbasis masyarakat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Pemerintah Kota Depok tengah menyiapkan lokasi karantina untuk pasien Covid-19 berbasis masyarakat.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, mengatakan, saat ini para camat tengah mengidentifikasi tempat-tempat untuk realisasi lokasi karantina tersebut.

"Saat ini masih diidentifikasi oleh masing-masing camat. Jadi mereka bisa mencari tempat kos misalnya, atau rumah-rumah yang kosong yang bisa disewa," kata Dadang pada wartawan, Senin (31/1/2022).

Nantinya, operasional tempat isolasi berbasis masyarakat ini akan bekerjsama dengan para relawan dari Satgas Covid-19 Kota Depok, ihwal urusan dapurnya.

"Jadi itu yang berbasis masyarakat nanti bekerjasama dengan relawan satgas untuk penanganan dapur umumnya, dan lain-lain," ungkapnya.

Baca juga: Update Kasus Covid-19 Hari Ini: DKI Jakarta Penyumbang Kasus Positif Terbanyak, Tambah 5.268 Kasus

Baca juga: Anies Sibuk Safari Politik Saat Pandemi Covid-19 Meroket, PDIP: Gubernur Tak Bertanggungjawab

Dadang mengatakan, kebijakan ini dilakukan untuk menambah kapasitas tempat isolasi gedung Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia, yang akan beroperasi mulai pekan ini.

"Untuk menambah kapasitas karantina selain di Pusat Studi Jepang. Karena saat ini untuk kasus aktif itu bergerak demikian cepat. Positivity rate kita sudah mencapai 14 persen, BORnya sudah mencapai 43 persen," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved