Imlek 2022

Cuma Laku 1.000 Ekor, Pendapatan Penjual Burung di Vihara Bahtera Bhakti Merosot Tajam Saat Imlek

Penjual burung di depan Vihara Bahtera Bhakti Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, mengalami penurunan pendapatan selama dua tahun terakhir.

TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Penjual burung di depan Vihara Bahtera Bhakti Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, mengalami penurunan pendapatan selama dua tahun terakhir. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Penjual burung di depan Vihara Bahtera Bhakti Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, mengalami penurunan pendapatan selama dua tahun terakhir.

Pendapatan penjual burung tersebut merosot drastis lantaran momen Tahun Baru Imlek dua tahun terakhir berlangsung di tengah pandemi Covid-19.

Keberadaan burung jenis tertentu memang lekat dengan perayaan Imlek.

Tak sedikit masyarakat yang merayakan Imlek mempercayai tradisi melepas burung sebagai bentuk doa.

Namun, ketika Imlek berlangsung di tengah pandemi seperti dua tahun terakhir, pedagang burung merasakan penurunan pendapatan karena jumlah jemaat yang berkunjung juga berkurang.

Baca juga: Datang dari Tanah Abang, Nabila Rela Mengais Rejeki dari Jemaat di Vihara Bahtera Bhakti Ancol

Oman (63), penjual burung pipit di depan gerbang Vihara Bahtera Bhakti Ancol sangat merasakan hal itu.

"Dalam tahun-tahun ini memang penjualan agak merosot karena faktor pandemi Covid-19," kata Oman saat ditemui di lokasi, Selasa (1/2/2022).

Penjual burung di depan Vihara Bahtera Bhakti Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, mengalami penurunan pendapatan selama dua tahun terakhir.
Penjual burung di depan Vihara Bahtera Bhakti Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, mengalami penurunan pendapatan selama dua tahun terakhir. (TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO)

Sebelum pandemi, Oman bisa menjual habis tujuh kandang burung pipit, di mana satu kandangnya berisi sekitar 1.000 ekor.

Namun, dalam situasi pandemi, ia hanya mampu menjual sekitar 1.000 ekor di momen Imlek.

"Kalo tahun-tahun sebelum pandemi bisa habis tujuh kandang, habis 7.000 ekor. Sekarang baru satu kandang aja, baru 1.000 ekor baru. Sangat berbeda jauh," kata dia.

Sehari-harinya Oman memang berjualan burung pipit di depan wihara tersebut.

Baca juga: Cerita Pedagang Burung Pipit di Glodok, Barang Jualan Diborong Tapi Malah Diterbangkan: Buang Sial

Ada beberapa jenis burung yang ia jajakan, seperti pipit dan bondol.

Burung pipit per ekornya dihargai Rp 2.000, sementara bondol Rp 3.000.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved