Antisipasi Virus Corona di Tangsel

6.258 Warga Tangsel Terpapar Covid-19 Tapi Hanya 173 yang Dirawat di RS, Ini Penjelasannya

Kondisi pandemi Covid-19 di Tangerang Selatan (Tangsel) kali ini berbeda dari sebelumnya.

TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAH TOHIR
Kepala Dinas Kesehatan Tangerang Selatan (Tangsel), Allin Hendalin Mahdaniar, usai menghadiri vaksinasi di Intermark BSD, Serpong, Tangsel, Rabu (2/7/2021). 

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Kondisi pandemi Covid-19 di Tangerang Selatan (Tangsel) kali ini berbeda dari sebelumnya.

Meskipun jumlah kasus meroket bahkan bertambah sampai 1.000-an kasus per hari, namun hanya sedikit yang dirawat di rumah sakit.

Berbeda seperti pada puncak penularan Covid-19 gelombang kedua pada pertengahan 2021 lalu.

Rumah sakit kolaps, dan tidak sedikit warga terpapar Covid-19 tidak tertolong di rumah.

Secara total, kasus Covid-19 di Tangsel sejak Maret 2020 lalu hingga saat ini, Rabu (2/2/2022) adalah 38.090 kasus.

Rinciannya, sebanyak 31.097 orang dinyatakan sembuh, 735 orang meninggal dunia.

Sedangkan yang sampai saat ini warga Tangsel yang terpapar Covid-19 sebanyak 6.258 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar, mengungkapkan, bed occupancy rate (BOR) tempat tidur isolasi hanya 38,7%.

Baca juga: Kasus Covid-19 Tangsel Meroket, 1.000-an Orang Terinfeksi Per Hari: Ini Kata Kepala Dinas Kesehatan

Dengan kata lain, dari 442 tempat tidur isolasi Covid-19 di Tangsel, hanya 171 yang terisi.

Sedangkan, dari 45 tempat tidur ICU hanya terpakai 2 yang terpakai.

Jika ditotal, dari 6.258 warga Tangsel yang terpapar Covid-19, hanya 173 yang dirawat di rumah sakit.

Sisanya isolasi mandiri atau isolasi terpusat di Rumah Lawan Covid-19.

"Bor tempat tidur ICU 4,4%, tempat tidur isolasi 38,7%," kata Allin melalui aplikasi pesan singkat.

Kepala Dinas Kesehatan Tangerang Selatan (Tangsel), Allin Hendalin Mahdaniar, usai menghadiri vaksinasi di Intermark BSD, Serpong, Tangsel, Rabu (2/7/2021).
Kepala Dinas Kesehatan Tangerang Selatan (Tangsel), Allin Hendalin Mahdaniar, usai menghadiri vaksinasi di Intermark BSD, Serpong, Tangsel, Rabu (2/7/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAH TOHIR)

Allin mengatakan, hal itu lantaran mayoritas kasus Covid-19 di Tangsel tidak bergejala atau gejala ringan.

Sedangkan, kriteria yang diperbolehkan untuk dirawat di rumah sakit hanya yang bergejala sedang hingga berat.

"Di rumah sakit yang bergejala sedang. Kebanyakan tidak bergejala dan ringan," kata Allin.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved