Antisipasi Virus Corona di Depok

Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, RSUD Depok Siapkan 77 Bed Isolasi dan 5 Bed ICU

RSUD Kota Depok tengah bersiap untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan pasien, imbas dari angka Covid-19 yang terus meningkat tajam hingga saat ini.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Dirut RSUD Depok, Devi Maryori, saat dijumpai wartawan, Rabu (2/2/2022) - RSUD Kota Depok tengah bersiap untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan pasien, imbas dari angka Covid-19 yang terus meningkat tajam hingga saat ini. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma 

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok tengah bersiap untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan pasien, imbas dari angka Covid-19 yang terus meningkat tajam hingga saat ini.

Kepada wartawan, Direktur Utama RSUD Kota Depok, Devi Maryori, mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan 77 tempat tidur untuk isolasi dan perawatan bagi pasien yang terpapar Covid-19.

“Iya kami sudah menyiapkan untuk antisipasi bilamana terjadi lonjakan. Jadi kami sudah mempersiapkan kurang lebih 77 bed (tempat tidur) untuk saat ini,” kata Devi pada wartawan, Rabu (2/2/2022).

Dikatakan oleh Devi, kapasitas tempat tidur akan ditambah kembali bilamana lonjakan terus terjadi.

“Bilamana ada lonjakan lagi kami akan tambah kembali,” tegasnya.

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak Lagi, Satgas Kota Depok Beberkan Penyebabnya

Selain menambah bed isolasi, Devi berujar pihaknya juga telah menambah kapasitas tempat tidur di Ruang ICU khusus Covid-19.

“Tadinya ICU untuk covid sudah kami kurangi jumlahnya, dan saat ini kami siap untuk tambahkan lagi,” katanya.

“Kemarin hanya ada dua bed  di ICU, dan sekarang sudah ada lima bed ICU dan juga 77 bed isolasi tadi,” sambungnya lagi.

Terakhir, Devi mengimbau agar masyarakat senantiasa menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

RSUD Kota Depok
RSUD Kota Depok (Tribunnews.com)

Menurutnya, penyebaran Covid-19 varian omicron yang telah masuk di Indonesia ini sangat cepat dibandingkan varian lainnya.

“Imbauan saya terhadap masyarakat agar jangan terlena dengan landainya kasus kemarin. Sekarang sudah masuk varian baru dan varian ini sangat cepat sekali menular. Jadi masyarakat kami imbau tetap perhatikan dan terapkan prokes, jangan makan bersama, hindari kerumunan, dan tetap hidup bersih dan sehat,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved