Antisipasi Virus Corona di DKI

Rem Darurat Dinilai Belum Mendesak di DKI, Epidemiolog: Warga Jakarta Punya Modal Lawan Covid-19 

Epidemiolog menilai kebijakan rem darurat di DKI Jakarta masih belum terlalu mendesak untuk diterapkan meski angka kasus Covid-19 terus meroket.

Freepik via Tribunnews.com
Ilustrasi Virus Corona - Epidemiolog menilai kebijakan rem darurat di DKI Jakarta masih belum terlalu mendesak untuk diterapkan meski angka kasus Covid-19 terus meroket. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman menilai, kebijakan rem darurat di DKI Jakarta belum terlalu mendesak untuk diterapkan meski angka kasus Covid-19 terus meroket beberapa pekan terakhir.

Menurutnya, warga Jakarta kini sudah punya modal imun yang cukup untuk bertahan dari ancaman varian Omicron.

Pasalnya, angka vaksinasi Covid-19 di ibu kota sudah sangat tinggi.

Bahkan, sudah lebih dari 100 persen.

"Kita tidak mengarah ke pendekatan lockdown atau benar-benar membatasi, enggak ya. Karena kita sudah punya modal besar dari sisi imunitas," ucapnya saat dihubungi, Rabu (2/2/2022).

Baca juga: 38 Warga Positif Covid-19, Kelurahan Pasar Manggis Jaksel Masuk Zona Merah Covid-19

Capaian vaksinasi Covid-19 dosis kedua juga sudah sangat tinggi, yaitu mencapai 98,5 persen atau 9,9 juta orang.

Bahkan, program vaksin booster kini terus dikebut oleh Pemprov DKI demi melindungi warganya dari Covid-19.

Ilustrasi virus corona varian Omicron asal Afrika Selatan dan disebut tidak bisa dilawan vaksin virus corona saat ini
Ilustrasi virus corona varian Omicron asal Afrika Selatan dan disebut tidak bisa dilawan vaksin virus corona saat ini (freepik)

"Sekarang bagaimana memastikan modal besar ini bisa dimanfaatkan dengan tepat," ujarnya.

Untuk itu ia menyebut, berapapun level PPKM yang diterapkan di Jakarta, yang terpenting pemerintah harus memastikan aktivitas sosial ekonomi hanya dilakukan oleh orang-orang yang punya imunitas tinggi.

"Artinya sebenarnya PPKM bisa level 2 atau 3, tapi ada ketentuan memastikan aktivitas ekonomi dan sosial semua diikuti orang-orang yang punya imunitas tinggi.  

Kemudian, warga yang belum divaksin benar-benar dibatasi aktivitasnya sehingga mereka tidak bisa bepergian jauh dari rumah.

Baca juga: UPDATE: Keterisian BOR RS Covid-19 di Jakarta Melonjak jadi 60 Persen, ICU 28 Persen

"Jadi dibatasi zonasinya, ini yang akan mengurangi potensi penyebaran atau terpaparnya orang-orang yang rentan atau rawan," tuturnya.

UPDATE Keterisian BOR RS Covid-19 di Jakarta Melonjak jadi 60 Persen

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved