Antisipasi Virus Corona di DKI

Kasus Covid-19 Meroket Terus, Stok Paket Sembako untuk Pasien Isoman Diprediksi Cepat Habis

Permintaan bantuan sosial (bansos) dari warga Jakarta di setiap kelurahan yang tengah menjalani isolasi mandiri terus meningkat.

Freepik.com
Ilustrasi isolasi mandiri. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Permintaan bantuan sosial (bansos) dari warga Jakarta di setiap kelurahan yang tengah menjalani isolasi mandiri terus meningkat.

Stok 18.000 paket sembako yang disiapkan Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta pun diperkirakan akan habis akhir Februari ini.

Kepala Seksi Jaminan Sosial Dinas Sosial DKI Jakarta Ahmad Taufiq mengatakan, pemberian sembako sejatinya sudah dilaksanakan sejak Juli 2021 lalu.

Namun seiring kasus Covid-19 yang melandai di akhir 2021 lalu, permintaan bansos juga menurun hingga sempat terhenti.

Permintaan bansos pun kembali naik beberapa waktu terakhir seiring peningkatan kasus Covid-19 yang terjadi di awal 2022 ini.

"Pas kejadian kemarin saat mulai tinggi kasus Omicron, kelurahan mulai ajukan kembali (bansos sembako)," ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis (3/2/2022).

Anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini menyebut, selama tiga hari terakhir ini permintaan bansos rata-rata mencapai 800 sampai 900 paket sembako.

Baca juga: Menkes Imbau Masyarakat Jangan Panik Terhadap Omicron, Positif Tak Bergejala Harap Isolasi di Rumah

"Hari ini saja 940 (paket sembako). Tidak menutup kemungkinan besok lebih tinggi juga," ujarnya. 

Untuk saat ini, Dinsos DKI punya stok 18 ribu paket sembako yang berasal dari sisa program bansos tahun 2021 kemarin.

Jika permintaan terus meningkat, stok sembako ini diperkirakan akan habis dalam waktu sebulan ini.

Apalagi, kasus Covid-19 di ibu kota terus meroket sepekan terakhir.

"Kalau diprediksi akhir Februari stok kita mungkin sudah habis," kata dia.

Untuk mengatasi hal ini, Dinsos DKI sudah menganggarkan dana dari APBD untuk menambah jumlah stok bansos.

Dana tersebut nantinya akan diambil dari anggaran Belanja Tak Terduga (BTT).

"Rencana jika stok yang ada tinggal 5.000-an mungkin kita akan mengajukan kembali untuk penambahan paket sembako. Karena diprediksi akan tinggi di Februari sampai Maret," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved