KSAD Dudung Dilaporkan Ulama ke Puspomad, Ketum Partai Rakyat: Saya yang Bukan Ulama Saja Paham

Arvindo Noviar menanggapi adanya pelaporan terhadap Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman oleh sekelompok ulama ke Puspomad.

Editor: Wahyu Septiana
Istimewa
Ketua Umum DPP Partai Rakyat, Arvindo Noviar menanggapi adanya pelaporan terhadap Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman oleh sekelompok ulama ke Puspomad. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Ketua Umum Partai Rakyat, Arvindo Noviar, menanggapi adanya pelaporan terhadap Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman oleh sekelompok ulama ke Puspomad.

Arvindo Noviar menyinggung  kelompok ulama yang tidak mencerminkan sikap yang baik sebagai pemuka agama.

Diketahui sebelumnya, Koalisi Ulama Habaib dan Pengacara Anti Penodaan Agama (KUHAP APA) melaporkan Dudung Abdurachman ke Puspomad karena dianggap menyinggung umat agama tertentu.

Pernyataan Dudung disebut tidak mencerminkan tupoksinya sebagai perwira tinggi TNI AD.

Kendati demikian, Arvindo Noviar menilai agama adalah hal yang seharusnya membuat manusia semakin tertib dan saling menyayangi satu sama lain.

"Belakangan kita dipertontonkan politisasi agama oleh gerombolan yang itu-itu saja. Agama dan Ketuhanan ditafsirkan semau-maunya demi kepentingan-kepentingan sesaat mereka," kata Arvindo Noviar dalam keterangan resminya, Selasa (8/2/2022).

Baca juga: Dilantik Jadi KSAD, Jenderal Dudung Abdurachman Bocorkan Pesan Presiden Jokowi: Tegaskan Siap Jalani

"Dari penafsiran ayat, penafsiran tentang konsep Ketuhanan, hingga penafsiran pasal 156a KUHP tentang penodaan agama," tegasnya.

Arvindo mengaku heran ada kelompok ulama yang berpikiran seperti itu.

Pangdam Jaya Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman menjawab pertanyaan redaksi Tribunnews saat berkunjung ke Makodam Jaya, Jakarta, Senin (23/11/2020).
Jenderal TNI Dudung Abdurachman menjawab pertanyaan redaksi Tribunnews saat berkunjung ke Makodam Jaya, Jakarta, Senin (23/11/2020). (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

"Sematan 'Ulama' belakangan ini memang dijual sangat murah oleh gerombolan-gerombolan semacam itu," ujarnya.

Kelompok tersebut disebut hanya mau ngaku-ngaku sebagai ulama.

"Apa tidak malu? Seharusnya orang yang menyatakan dirinya Ulama ikut menjelaskan apa yang dimaksud dengan “Tuhan bukan orang Arab” dengan ilmu agar rakyat dicerahkan. Bukan malah digeser-geser ke kriminalisasi," tegasnya.

Ia menilai wajar jika Jenderal Dudung mengucapkan itu karena di level rakyat memang terjadi Arabisasi yang sudah pada level yang mengecewakan.

Baca juga: Dilantik Jadi KSAD, Masa Lalu Dudung Abdurachman Penuh Perjuangan: Jualan Koran Sebelum Ke Sekolah

Kedepan, lanjut Arvindo, sudah saatnya ulama merekonstruksi secara lebih terperinci tentang persoalan “Islam dan Arab” ini.

"Saya yang bukan Ulama saja paham: jangankan Tuhan, Rasulullah juga bukan orang arab kok. Dan Ka’bah itu milik umat Islam sedunia, bukan hanya milik Arab saja agar Rakyat di tingkat bawah paham bahwa menjadi orang Islam tidak harus menjadi arab," tutup Arvindo.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved