Cerita Kriminal

Ini Kronologi dan Peran Anggota Gangster Brother Street Habisi Nyawa Pemuda Pencari Kucing di Bekasi

Kasus pengeroyokan maut Luthfi Erlangga Hafidz di Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, akhirnya menemui titik terang.

net
Ilustrasi gangster 

TRIBUNJAKARTA.COM, TARUMAJAYA - Kasus pengeroyokan maut Luthfi Erlangga Hafidz di Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, akhirnya menemui titik terang.

Empat dari enam pelaku berhasil diringkus aparat Reskrim Polsek tarumajaya.

Mereka bukan warga biasa yang tiba-tiba menghajar orang secara asal.

Enam orang itu mendaku sebagai gangster dengan nama Brother Street.

Setiap anggota gangster memiliki perannya tersendiri dalam menghabisi nyawa Luthfi yang saat itu tidak sedang melakukan kriminal.

Luthfi hanya sedang mencari kucingnya yang hilang pada malam hari.

Namun, aksi keji Brother Street membuat nyawanya melayang.

Gangster Brother Street

Baca juga: Teriakan Maling Besi Awali Pengeroyokan Maut Pemuda di Bekasi, 4 Anggota Gangster Kini Diamankan

"Pelaku termasuk geng, mereka memiliki nama gangster Brother Street," kata Kapolsek Tarumajaya, AKP Edy Suprayitno Kamis (10/2/2022). 

Kendati menyebut identitas geng tersebut, ia belum mengungkapkan identitas para anggotanya yang sudah ditangkap atau masih buron.

Selain Luthfi, satu orang lain juga pernah menjadi korban gangster pencabut nyawa.

Namun kasus sebelumnya, korban tidak sampai tewas.

Kapolsek Tarumajaya AKP Edy Suprayitno di Mapolsek Tarumajaya, Polres Metro Bekasi, Selasa (14/9/2021).
Kapolsek Tarumajaya AKP Edy Suprayitno di Mapolsek Tarumajaya, Polres Metro Bekasi, Selasa (14/9/2021). (ISTIMEWA)

Kejinya, Edy mengungkapkan, motif Brother Street menghabisi orang lain dengan senjata tajam hanya karena spontanitas.

"Lima bulan lalu kasusnya sama bacok orang hingga luka, jadi motif mereka ini spontan aja," jelas Edy. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved