Transjakarta Kecelakaan Lagi, PSI Sentil Anies: Nyawa Penumpang Tidak Berharga Pak Gubernur?

Apalagi, Transjakarta merupakan moda transportasi umum pilihan warga, jumlah penumpangnya pun kian bertambah setiap tahunnya.

Istimewa
Bus Transjakarta yang menabrak pagar pembatas Jalan I Gusti Ngurah Rai, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (11/2/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta menyentil Gubernur Anies Baswedan yang dinilai tidak serius dalam menjaga keselamatan pengguna transportasi umum.

Hal ini dikatakan politisi PSI Anthony Winza menanggapi kecelakaan bus Transjakarta yang terjadi di Jalan Raden Inten, Jakarta Timur pada Jumat (11/2/2022) kemarin.

Politisi muda ini pun menyebut, kecelakaan yang terjadi kemarin bukan pertama kalinya terjadi.

Sepanjang 2021 lalu, Anthony menyebut ada ratusan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus Transjakarta.

"Kecelakaan terus terjadi, tahun lalu saja ada 508 kecelakaan Transjakarta, jika dibagi 365 hari, berarti setiap hari ada kecelakaan Transjakarta. Ini bukti pak gubernur tidak menganggap serius terkait masalah nyawa warganya," ucapnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/2/2022).

Baca juga: PSI Lagi-lagi Usik Anies, Kini Tuding Ada Persekongkolan Sistematis dalam Tender Formula E

Rentetan kecelakaan yang terjadi sepanjang 2021 lalu pun memaksa Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) turun tangan.

Rekomendasi untuk langkah perbaikan Transjakarta berupa 15 Safety Action Plan yang bertujuan untuk keselamatan berkendara diberikan KNKT.

Antony pun meminta Gubernur Anies memastikan rekomendasi tersebut dijalankan dengan baik.

Dua bus TransJakarta mengalami tabrakan beruntun di depan Indomobil Jalan MT Haryono, Pancoran, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (25/10/2021) pagi.
Dua bus TransJakarta mengalami tabrakan beruntun di depan Indomobil Jalan MT Haryono, Pancoran, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (25/10/2021) pagi. (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

“Jika memang sudah tidak mau fokus untuk bekerja konkrit dan hanya mau mengurus seremoni-seremoni saja, ya setidaknya untuk urusan nyawa ini saya mohon sediakan waktu untuk memperhatikan hal ini dengan menindaklanjuti rekomendasi KNKT," ujarnya.

"Sudah tidak banyak lagi kok harapan saya untuk pak gubernur, apa perlu saya mohon-mohon begini?,” tambahnya menjelaskan.

Apalagi, Transjakarta merupakan moda transportasi umum pilihan warga, jumlah penumpangnya pun kian bertambah setiap tahunnya.

Oleh karena itu, kecelakaan Transjakarta yang terlalu sering bisa menimbulkan keresahan di masyarakat. 

"Pak gubernur slogannya kan maju kotanya bahagia warganya, apa iya warga bisa bahagia jika transportasi utama warga saja harus tabrakan 508 kali dari 365 hari? Apa lagi LRT pun jg tidak bertambah relnya 1 cm pun selama beliau menjabat, jadi warga akan sangat tergantung dgn bus Transjakarta,” tuturnya.

Baca juga: PDIP Cium Bau Amis Kongkalikong, Jakpro Tepis Dugaan Pemenang Tender Sirkuit Formula E

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved