Koboi Pondok Indah Tertangkap

Perkara Zoom Meeting Terganggu, Orang Kaya Arogan Todong Senjata ke Kuli Bangunan di Pondok Indah

Pengusaha properti berinisial RPB (54) berlagak bak koboi ketika menodongkan senjata airsoft gun ke kuli bangunan.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Pengusaha properti berinisial RPB (54), tersangka penodongan senjata ke kuli bangunan di Pondok Indah, saat dihadirkan dalam jumpa pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (15/2/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Pengusaha properti berinisial RPB (54) berlagak bak koboi ketika menodongkan senjata airsoft gun ke kuli bangunan.

Aksi koboi itu terjadi di perumahan mewah di kawasan Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (12/2/2022) pukul 08.12 WIB.

Secara arogan, RPB mengarahkan airsoftgun itu ke arah kaki dan kepala kuli bangunan berinisial SES.

Ia juga mengancam bakal menembakkan airsoft gun tersebut.

RPB memberikan opsi, pilih kena kaki atau dengkul.

Baca juga: Ngancam Kuli Bangunan, Terkuak Alasan Koboi Pondok Indah Beli Senjata: Stres Situasi Pandemi

"Dia (pelaku) sambil berkata, 'daripada dengkul kena atau kaki yang kena' sambil menodongkan senjata," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (15/2/2022).

Airsoft gun yang digunakan RPB berjenis glock 17.

Polisi menunjukkan barang bukti senjata airsoft gun jenis glock 17 yang digunakan pelaku penodongan terhadap kuli bangunan di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (15/2/2022).
Polisi menunjukkan barang bukti senjata airsoft gun jenis glock 17 yang digunakan pelaku penodongan terhadap kuli bangunan di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (15/2/2022). (Annas Furqon Hakim/TribunJakarta.com)

Pelaku membelinya seharga Rp 4,5 juta di Senayan Trade Center (STC).

Zulpan mengungkapkan, pelaku membeli air softgun itu hanya agar terlihat gagah.

"Itu (air softgun) baru dibeli, baru Oktober 2021. Ya, hanya untuk gagah-gagahan saja seperti itu," ujar mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan itu.

Selain itu, pelaku membeli senjata tersebut karena stres menghadapi situasi di masa pandemi Covid-19.

Baca juga: Kegigihan Brimob Duel Lawan Begal Bawa Celurit Demi Selamatkan Motor, Warga Cuma Nonton Tak Menolong

"Alasannya yang bersangkutan membeli itu karena dia stres situasi pandemi ini, sehingga membeli peralatan yang menyerupai kelengkapan militer, walaupun dia bukan anggota militer," tutur Zulpan.

Adapun motif pelaku menodongkan air softgun ke kuli bangunan karena merasa terganggu dengan suara berisik proyek renovasi bangunan tepat di sebelah rumahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved