Ribuan Anak Jakarta Alami Gizi Buruk, Anies Dikritik Habis-habisan Partai Seumur Jagung

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lagi-lagi jadi sasaran kritik Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kini soal gizi buruk.

TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Wakil Ketua Fraksi PSI Justin Adrian (kanan) dan anggota BK dari Fraksi PSI August Hamonangan (kiri) saat menggelar konferensi pers di ruang Fraksi PSI, Lantai 4 DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (29/11/2019). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lagi-lagi jadi sasaran kritik Partai Solidaritas Indonesia (PSI). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lagi-lagi jadi sasaran kritik Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Partai yang baru seumur jagung itu kini mengkritik soal kesejahteraan ibu dan anak di ibu kota yang dinilai mengalami kemunduran.

Pasalnya, merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), angka gizi buruk di Jakarta pada 2020 lalu mencapai 6.047 anak.

"Gubernur Anies ini rasa Gubernur Jenderal. Hak-hak dasar rakyat banyak yang tidak dipenuhi, target Gubernur Anies gizi buruk berkurang hingga 0, ini masih jauh," ucap politisi PSI August Hamonangan dalan keterangan tertulis, Rabu (16/2/2022).

Ia pun sangat menyayangkan masih adanya ribuan anak dengan kondisi gizi buruk di ibu kota.

Baca juga: Anak Buah Anies Prediksi Kebutuhan Pokok Naik Jelang Puasa, Emak-emak Siap-siap Dibuat Frustasi

Padahal, DKI Jakarta memiliki APBD yang besar yang seharusnya bisa digunakan untuk menjawab semua kebutuhan hak dasar warga.

"Jakarta adalah kota yang memiliki anggaran belanja terbesar di Indonesia, seharusnya Gubernur Anies dan Pemprov DKI Jakarta memiliki dana yang cukup untuk memprioritaskan program-program yang dapat menekan angka kasus gizi buruk dan stunting ini," ujarnya.

Untuk itu, anggota DPRD DKI Jakarta ini pun mempertanyakan komitmen Anies dalam mengatasi masalah gizi buruk di ibu kota.

Logo Partai Solidaritas Indonesia
Logo Partai Solidaritas Indonesia (ISTIMEWA)

"Harusnya, gubernur gerakin telunjuk aja, selesai masalah dasar begini, tapi komitmen ini yang penting kita terus tanyakan. Ini kan bahaya, akan ada ribuan anak Jakarta yang susah berpikir di masa depan," jata August.

August pun meminta mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu untuk segera cepat bergerak.

Baca juga: Prabowo hingga Anies Baswedan Digadang-gadang Jadi Capres 2024, PA 212 Pilih Siapa? 

Menurutnya, salah satu faktor yang perlu dituntaskan adalah masalah lingkungan di sekitar tempat tinggal seperti sanitasi, jaringan air bersih, dan penataan permukiman agar menjadi kawasan yang sehat untuk tumbuh kembang masyarakat.

"Agar bisa berkurang, seharusnya Gubernur Anies tuntaskan program penataan kawasan permukiman dengan fokus perbaikan sarana seperti pembangunan Mandi, Cuci, Kakus (MCK), penyediaan jaringan air bersih, sistem sanitasi dan saluran drainase," tuturnya.

"Gimana mau anak sehat, kalau ibu hamilnya hidup di lingkungan yang tidak sehat, kemarin saja ada wanita meninggal tercebur dari jamban," sambungnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved