Virus Corona di Indonesia

Simak! 4 Kriteria Ini Jadi Dasar Anak Bisa Menjalani Isolasi Mandiri di Rumah Bila Positif Covid-19

Pemerintah telah menganjurkan isolasi mandiri (isoman) di rumah dilakukan oleh pasien Covid-19 dengan gejala ringan maupun tanpa gejala.

SHUTTERSTOCK/irem01
Ilustrasi isolasi mandiri di rumah. Pemerintah telah menganjurkan isolasi mandiri (isoman) di rumah dilakukan oleh pasien Covid-19 dengan gejala ringan maupun tanpa gejala. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemerintah telah menganjurkan isolasi mandiri (isoman) di rumah dilakukan oleh pasien Covid-19 dengan gejala ringan maupun tanpa gejala.

Hal ini tentunya berlaku juga bagi anak-anak yang terkonfirmasi positif Covid-19, namun tak memiliki gejala ataupun bergejala ringan.

Lantas bagaimana kondisi anak yang bagaimana yang boleh melakukan isoman di rumah?

Melalui Instagram @dinkesdki, anak terkonfirmasi positif Covid-19 dapat melakukan isoman di rumah memiliki empat kriteria.

Pertama ialah anak yang masuk ktiteria kontak erat.

Baca juga: Update Covid-19 di DKI Hari Ini, Jumat (18/2/2022): 8.189 Penambahan Kasus Baru, Angka Kematian Naik

Kemudian anak positif Covid-19 yang tidak bergeja.

Selanjutnya anak yang positif Covid-19 bergejala ringan seperti demam, batuk, nyeri tenggorokan, sakit kepala, mual muntah, diare, lemas, anosmia atau kehilangan indera penciuman, ageusia atau kehilangan indra pengecapan, ruam-ruam, saturasi oksigen >95 persen.

Ilustrasi isolasi mandiri.
Ilustrasi isolasi mandiri. (Freepik.com)

Terakhir, anak yang tak memiliki komorbid atau penyakit penyerta, seperti obesitas, kanker, ginjal menahun, autoimun, kelainan bawaan, jantung, kencing manis/diabetes melitus, penyakit paru menahun, sesuai diagnosa tenaga kesehatan.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved