Menteri Agama Terbitkan Aturan Baru Pengeras Suara di Masjid, DMI Kota Bekasi: Kami Menyambut Baik 

DMI Kota Bekasi merespon aturan TOA pengeras suara yang dikeluarkan Kementerian Agama, hal ini disambut baik dan dinilai akomodatif. 

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
Grid.ID
Ilustrasi masjid dan pengeras suara - DMI Kota Bekasi merespon aturan TOA pengeras suara yang dikeluarkan Kementerian Agama, hal ini disambut baik dan dinilai akomodatif.  

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bekasi merespon aturan Toa pengeras suara yang dikeluarkan Kementerian Agama, hal ini disambut baik dan dinilai akomodatif. 

Ketua DMI Kota Bekasi Djaja Jaelani mengatakan, pihaknya telah lebih dulu mendiskusikan aturan Toa pengeras suara masjid sebelumnya aturan tersebut dikeluarkan Kemenag.

"Kami menyambut baik masukan dari menteri agama itu, karena itu merupakan langkah yang sangat akomodatif," kata Djaja, Selasa (22/2/2022). 

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dinilai telah mengambil langkah tepat, sebab banyak masukan dari masyarakat perihal pemanfaatan pengeras suara masjid

"Banyak masukan-masukan berkaitan dengan bagaimana pemanfaatan pengeras suara, tadi kan adanya pengaturan-pengaturan yang disampaikan Kementerian Agama, hal itu kan merupakan langkah-langkah akomodatif," tegas dia.

Baca juga: Bangunkan Sahur Pakai Toa Masjid Dikritik, Ini Aturan Penggunaan Pengeras Suara Masjid dari Kemenag

Setelah ini, DMI Kota Bekasi akan melakukan langkah-langkah sosialisasi ke pengurus masjid dan masyarakat secara luas. 

"Sosialisasi nya nanti kita akan kita sampaikan ke masjid-masjid, berkaitan dengan surat edaran dari kementerian agama tersebut," tegas dia.

Pengeras suara peringatan dini bencana di RT 08/RW 10 Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (20/1/2020)
Pengeras suara di RT 08/RW 10 Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (20/1/2020) (TribunJakarta/Annas Furqon Hakim)

Tata Cara Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala

Kementerian Agama (Kemenag) RI mengeluarkan surat edaran nomor SE 05 tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala.

Dalam SE 05 tahun 2022 termuat tata cara penggunaan pengeras suara di masjid dan musala.

Menurut SE tersebut, penggunaan pengeras suara di masjid dan musala saat ini merupakan kebutuhan bagi umat Islam sebagai salah satu media syiar Islam di tengah masyarakat.

Baca juga: Terungkap, 2 Alasan Keinginan Dorce Gamalama Dimakamkan di Masjid Al Hayyu Tak Terwujud

Adapun maksud dari SE ini yakni sebagai pedoman penggunaan pengeras suara di masjid dan musala dengan tujuan untuk mewujudkan ketenteraman, ketertiban, dan kenyamanan bersama.

Pengeras suara terdiri atas pengeras suara dalam dan luar.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved