Es Cendol Elizabeth Pak Sayidi Nan Legendaris di Jalan Sabang, Jajanan Murah Meriah Sejak 1968

Tangan-tangan keriput Sayidi (71) begitu lihai kala meracik segelas es cendol bandung untuk para pelanggannya.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA
Es Cendol Elizabeth Pak Sayidi Nan Legendaris di Jalan Sabang, Murah Meriah Sejak 1968 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Tangan-tangan keriput Sayidi (71) begitu lihai kala meracik segelas es cendol bandung untuk para pelanggannya.

Meski sudah berusia lanjut, tetapi Sayidi masih tampak begitu bugar saat berjualan es cendol di kawasan Kuliner BSM, Sabang, Jakarta Pusat.

Rupanya, Sayidi mengaku sudah terbiasa sejak puluhan tahun lalu. 

Es Cendol Bandung Elizabeth, begitu nama kiosnya.

Sayidi bercerita, telah berjualan selama kurang lebih 54 tahun sejak tahun 1968 silam.

Baca juga: Relakan Air Minumnya untuk Cuci Tangan, Pedagang Cendol Dapat Uang Segepok dari Paula Verhoeven

"Saya di Jakarta dari tahun 1965. Jualan tapi ganti-ganti, cuma pokoknya cendol. Sebelum di sini (Jakarta), saya sempat jualan cendol di Bandung juga 11 tahun," kata Sayidi pada TribunJakarta.com, Rabu (23/2/2022).

Dahulu, kata Sayidi awal mulanya ia hanya seorang pedagang Cendol kaki lima.

Es Cendol Elizabeth Pak Sayidi Nan Legendaris di Jalan Sabang, Murah Meriah Sejak 1968
Es Cendol Elizabeth Pak Sayidi Nan Legendaris di Jalan Sabang, Murah Meriah Sejak 1968 (TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA)

Berawal dari kawasan Pasar Boplo sekitar tahun 1968, dulu harga segelas es cendol racikannya hanya dibandrol 10 perak.

Seiring berjalannya waktu, ia sempat berganti-ganti dagangan hingga kemudian kembali lagi untuk berdagang Cendol.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved