Fenomena Tawuran Pelajar di Era Digital, Konten Diunggah ke Medsos untuk Cari Jati Diri 

Dua kelompok pelajar dari SMK Al-Manar dan SMK Citra Mutiara saling serang, video tawuran pelajar ini beredar di media sosial.

Istimewa
Kapolres Metro Bekasi Kombes Polisi Gidion Arif saat ungkap kasus tawuran pelajar, Rabu (23/2/2022). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, CIKARANG - Aksi tawuran pelajar marak terjadi di wilayah Bekasi, video bentrokan dua kelompok menggunakan senjata tajam bahkan viral di media sosial

Terbaru, tawuran pelajar terjadi di Jalan Raya Langkap Lancar, Desa Sukaragam Serang Baru, Kabupaten Bekasi

Dua kelompok pelajar dari SMK Al-Manar dan SMK Citra Mutiara saling serang, video tawuran pelajar ini beredar di media sosial.

Polres Metro Bekasi kemudian bertindak tegas, 11 pelaku tawuran dari dua kelompok pelajar ini diringkus. 

Dua pelaku dewasa berinisial AR (19) dan AH berusia (18), keduanya membawa senjata tajam jenis celurit dan pedang saat tawuran berlangsung. 

Baca juga: Diduga Rebutan Tempat Nongkrong, 2 Kelompok Pelajar Terlibat Tawuran di Jalan Cikarang-Cibarusah

Sementara sembilan tersangka yang masih di bawah umur diantaranya, HM (16), AR (17) MER (16) ABA (17) DF (17) DFS (17) DAK (16) SH (16) dan SK (15). 

Kapolres Metro Bekasi Kombes Polisi Gidion Arif mengatakan, aksi tawuran hingga diunggah ke media sosial merupakan bentuk baru pamer sifat heroik yang salah. 

"Medsos ini bisa menjadi sesuatu yang konstruktif, tapi juga bisa jadi sesuatu yang negatif, anak-anak ini menggunakannya secara negatif, anak anak ini menggunakannya secara tidak tepat," kata Gidion, Rabu (23/2/2022). 

Ilustrasi tawuran pelajar
Ilustrasi tawuran pelajar (Tribunnews)

Alasan pelaku tawuran ini beragam, mereka mencoba menyalurkan hasrat mencari jati diri dengan tindakan yang melanggar hukum. 

"Mereka ini beralasan mencari jati diri, ada yang karena rebutam tongkrongan, ada juga yang malu karena pada tawuran sebelumnya kalah, sifat-sifat heroik anak muda yang salah," tegas dia. 

Gidion mengajak seluruh insan pendidik dan orangtua, tidak lengah mengawasi anak-anak baik di dalam maupun di luar sekolah. 

Langkah-langkah preventif yang dilakukan pihak kepolisian sejauh ini, meningkatkan patroli ke sejumlah wilayah rawan tawuran. 

"Harus ada langkah yang lebih konstruktif lagi, mari kita bersama-sama misalnya melakukan razia senjata tajam, jika ditemukan ada yang membawa serahkan ke kami senjata tajamnya," ujar Gidion. 

Baca juga: Sopir Bawa Kabur Bus Lelang, Alasannya Barang Ketinggalan Kelabui Satpam di Tangerang

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved