Sisi Lain Metropolitan

Pilu Naik Harga Kedelai Usik Asmara Pedagang Tempe Depok, Lamaran Tertunda Demi Selamatkan Bisnis

Lonjakan harga kedelai membuat susah para perajin tempe di Depok. Bahkan, urusnnya menjalar ke mana-mana sampai ke perkara asmara.

Dwi Putra Kesuma/TribunJakarta.com
Demo para perajin tempe Depok. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, BEJI – Lonjakan harga kedelai membuat susah para perajin tempe di Depok. Bahkan, urusnnya menjalar ke mana-mana sampai ke perkara asmara.

Setidaknya hal itu yang dirasakan Yuti Haryanto (26).

Mata pencahariannya dari bisnis tempe macet. Rencana melamar sang kekasih sampai harus ditunda.

Niat melamar sang kekasih sudah mantap penuh perhitungan direncanakan Yuti.

Hal itu agar ia bisa menuntaskan niat sucinya membangun bahtera rumah tangga tahun 2022 ini.

Baca juga: Kisah Kasbani 44 Tahun Hidup Dari Tempe, Mampu Sarjanakan Anak-anaknya dan Bangun 2 Rumah di Depok

Semua rencana tersebut terpaksa ia tunda.

Kocek yang telah terkumpul untuk merealisasikan lamaran ia alihkan sementara demi menyelamatkan bisnis tempenya.

“Iya terpaksa tabungan buat melamar dan menikah harus digunakan untuk menyelamatkan bisnis tempe saya,” kata Yuti dua hari lalu.

Namun bak secercah cahaya di kegelapan, Yuti mengatakan dirinya sangat beruntung musabab keluarga kekasihnya dapat memahami kesulitan yang tengah ia alami.

Pihak keluarga kekasih juga bergelut dari bisnis yang sama.

Demo para perajin tempe Depok.
Demo para perajin tempe Depok. (Dwi Putra Kesuma/TribunJakarta.com)

Mereka bisa memaklumi keputusan Yuti.

“Iya Alhamdulillah calon istri saya dari keluarga perajin tempe juga, jadi sama-sama ngerti paham kondisi saat ini,” ungkapnya.

Kasbani Sukses 44 Tahun dari Tempe

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved