Duka Gempa Pasaman Barat: Bayi Tertimpa Plafon Ambruk Hingga 7 Orang Meninggal Dunia

Gempa Pasaman Barat, Sumatera Barat benar-benar telah membawa duka. Puluhan orang luka-luka dari bayi hingga dewasa.

Istimewa
Kolase gempa Pasaman Barat dan ilustrasi gempa. 

"Iya ada anak bayi yang terluka karena atap plafon rumahnya rubuh sehingga mengenai kepalanya," kata Muhammad Lutfi Ar.

Baca juga: Diingatkan Karena Tak Pakai Masker, Anggota Dewan Pasaman Sumbar Malah Maki Petugas

Ia menambahkan bayi ini sudah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan akibat luka yang dideritanya.

Muhammad Lutfi Ar menyampaikan gempa yang berpusat di Kabupaten Pasaman Barat ini dirasakan sampai ke Kabupaten Agam.

Bahkan, gempa juga membuat beberapa kerusakan bangunan di Kabupaten Agam.

 "Ada rumah penduduk yang rusak dan ada juga sekolah yang mengalami kerusakan," ujarnya.

32 Gempa Susulan

Ilustrasi gempa
Ilustrasi gempa (freepik)

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang mencatat 32 kali gempa susulan mengguncang Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar).

Gempa susulan terjadi setelah gempa berkekuatan 6,1 SR mengguncang wilayah itu, Jumat (25/2/2022).

"Benar hingga pukul 18.00 WIB ada sebanyak 32 kali gempa susulan di Pasaman Barat," kata Kordinator data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang Hamidi Arifin.

Dari 32 gempa susulan itu ia membeberkan magnitudo terbesar terjadi pada pukul 11.00 WIB dengan kekuatan 5.2 SR.

"Selebihnya skala gempa susulan di bawah 5.2 SR tersebut," bebernya.

Kendati demikian Hamidi berharap gempa susulan tidak lagi terjadi.

"Tapi bagaimana lagi potensi gempa susulan itu ada, sehingga kami harap masyarakat agar selalu waspada," jelasnya.

Menurutnya gempa susulan hingga malam nanti akan terus terjadi di Pasaman Barat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved