Antisipasi Virus Corona di DKI

Angka Covid-19 Alami Tren Penurunan, Anak Buah Anies Curiga karena Pelacakan Sedikit

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengakui adanya tren penurunan kasus Covid-19 dalam beberapa hari terakhir ini. Namun ada kecurigaan ini.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi tes swab massal. Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengakui adanya tren penurunan kasus Covid-19 dalam beberapa hari terakhir ini. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengakui adanya tren penurunan kasus Covid-19 dalam beberapa hari terakhir ini.

Hingga 25 Februari 2022 kemarin, tercatat kasus aktif sudah berada di angka 53.126 atau turun 3.917 dibandingkan sehari sebelumnya.

Penambahan kasus harian pun kini hanya berkisar di angka 4.000 sampai 7.000 kasus.

Tren penurunan kasus ini diungkapkan Kepala Bidang Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Ngabila Salama dalam diskusi virtual.

"Sekarang kasus aktif memang turun, terakhir di sekitar 90 ribu, sekarang sudah di bawah 57 ribu. Trennya cenderung landai," ucapnya dikutip TribunJakarta.com, Sabtu (26/2/2022).

Baca juga: Kasus Covid-19 di Depok Mulai Melandai, Hari Ini Penambahan Pasien Dibawah 1.000

Walau demikian, ia memastikan Dinkes DKI bakal tetap waspada dan terus meningkatkan tracing.

Pasalnya, ada dugaan kasus melandai lantaran ada penurunan angka pelacakan kontak erat dari kasus aktif atau surveilans.

Ilustrasi virus corona varian Omicron
Ilustrasi virus corona varian Omicron (Freepik)

"Ada kemungkinan penurunan, tapi tetap yang namanya surveilans hal yang baik-baik saja dicurigai tidak baik-baik saja," ujarnya.

"Karenanya harus tetap meningkatkan tracing treatment, kemampuan pelacakan," tambahnya menjelaskan.

Dugaan ini mencuat seiring penurunan persentase kasus positif atau positivity rate sebanyak 11 persen dalam sepekan terakhir ini.

Walau demikian, angka ini masih berada di atas batas aman yang sudah ditentukan organisasi kesehatan dunia (WHO), yaitu tak lebih dari 5 persen.

Baca juga: Kabar Baik, Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Jakarta Timur Terus Meningkat

"Ini yang masih menjadi perhatian bagi kita semua. Artinya missing cases di lapangan ini masih cukup tinggi," tuturnya.

Anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini pun mengingatkan bahwa angka kasus kematian di ibu kota masih cenderung meningkat.

Pada pekan ini, persentase kematian berada di angka 0,4 dari sebelumnya hanya 0,25 persen.

"Angka kematian ini menjadi warning sign bahwa warga ini kadang-kadang ada yang masih mau isolasi di rumah, padahal dia termasuk lansia dan komorbid," kata dia.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved