Kasus DBD Melonjak di Jaksel, Wali Kota Minta Lurah Monitor Kerja Jumantik

Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin menginstruksikan jajarannya untuk bergerak cepat menangani lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD).

TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Azis Andriansyah, dan Dandim 0504/Jakarta Selatan Kolonel Inf Jamaluddin di GKI Kebayoran Baru, Jumat (24/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin menginstruksikan jajarannya untuk bergerak cepat menangani lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD).

Munjirin meminta seluruh camat dan lurah di Jakarta Selatan bekerja lebih serius, terutama dalam mengajak masyarakat menjadi kader juru pemantik (jumantik) mandiri.

"Para lurah lurahnya agar dalam bekerja lebih serius lagi untuk mengajak masyarakat juga dari rumah ke rumah untuk menjadi kader jumantik mandiri di rumah masing masing," kata Munjirin saat dihubungi, Minggu (27/2/2022).

Selain itu, Munjirin mengaku telah berkoordinasi dengan suku dinas terkait dalam upaya meredam lonjakan kasus DBD di Jakarta Selatan.

"Saya sudah koordinasi dengan kasudin, makanya kita sudah antisipasi semua kader jumantik itu harus dimonitor lagi," ujar dia.

Baca juga: Bertambah Lagi, Kasus DBD di Jakarta Selatan Capai Angka 237 di Tahun 2022

Tercatat sebanyak 237 kasus DBD ditemukan di Jakarta Selatan sepanjang Januari 2022 hingga 21 Februari 2022.

"Tertinggi pada bulan Januari 2022, itu ada 184 kasus. Untuk bulan Februari ada 53 kasus," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan (Kasudinkes) Jakarta Selatan, M Helmi, saat dikonfirmasi, Jumat (25/2/2022).

Helmi menjelaskan, Sudin Kesehatan Jakarta Selatan telah menyiapkan langkah penanganan terkait merebaknya kasus DBD.

Penanganan itu mulai dari mengerahkan petugas untuk memantau jentik nyamuk di rumah-rumah warga hingga melakukan penyemprotan.

"Sebelum dilakukan fogging tim puskesmas melakukan penelitian dulu untuk memastikan warga lainnya di sekitarnya positif demam berdarah," ujar Helmi.

Ilustrasi nyamuk demam berdarah.
Ilustrasi nyamuk demam berdarah. (Tribunnews)

Pada 2021 lalu, kasus DBD di Jakarta Selatan mencapai angka 600. 

Menurut Helmi, jumlah itu tidak lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 1.016 kasus.

"Sepanjang 2020, kasus DBD di Jakarta Selatan mencapai 1.016 kasus dari total seluruh wilayah. Alhamdulillah kasus DBD tahun 2021 mengalami penurunan secara signifikan dari tahun 2020," kata dia.


Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved