Antisipasi Virus Corona di DKI

Update Kasus Covid di DKI Usai Libur Panjang, Wagub Ariza: Sekarang Belum, Enggak Tahu Minggu Depan

Pemprov DKI Jakarta mulai mengantisipasi kembali naiknya kasus Covid-19 pascalibur panjang akhir pekan pada akhir Februari hingga awal Maret 2022 ini.

TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria kala diwawancarai awak media - Pemprov DKI Jakarta mulai mengantisipasi kembali naiknya kasus Covid-19 pascalibur panjang akhir pekan pada akhir Februari hingga awal Maret 2022 ini. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta mulai mengantisipasi kembali naiknya kasus Covid-19 pasca libur panjang akhir pekan pada akhir Februari hingga awal Maret 2022 ini.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut, pihaknya bakal memantau kondisi penyebaran Covid-19 di ibu kota selama beberapa hari ke depan.

Pasalnya, kenaikan kasus imbas libur panjang akhir pekan kemarin hingga saat ini belum terlihat.

"Sekarang belum kelihatan ya, nanti beberapa hari ke depan baru kelihatan, seminggu ke depan lah," ucapnya di Balai Kota, Rabu (2/3/2022).

Berkaca dalam kasus belumnya, peningkatan kasus Covid-19 biasa terjadi usai libur panjang.

Baca juga: Jumlah Pasien Rawat Inap Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran Terus Menurun

Seperti yang terjadi di awal tahun 2021 dan 2022 imbas libur panjang Natal dan tahun baru.

Bahkan, puncak gelombang kedua yang terjadi pertengahan tahun lalu terjadi pascalibur Lebaran 2021.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan jumlah pendonor darah di Ibukota berkurang drastis selama pandemi Covid-19.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan jumlah pendonor darah di Ibukota berkurang drastis selama pandemi Covid-19. (TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)

Oleh karena itu, orang nomor dua di DKI ini berharap, tidak ada lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di awal Maret ini.

"Mudah-mudahan tidak ada peningkatan kasus ya," ujarnya kepada awak media.

Harapan ini disampaikan Ariza lantaran kasus Covid-19 di ibu kota belakangan ini sudah mulai melandai setelah sebelumnya sempat kembali melonjak imbas munculnya varian Omicron.

Ia pun memaparkan bahwa tempat isolasi kini sudah mulai lowong, tingkat keterisian atau bed occupancy rate (BOR) terus turun dan kini di angka 37 persen.

Baca juga: Covid-19 di DKI Jakarta Melandai, BOR RS Rujukan 40 Persen dan ICU 45 Persen

"Dari 6.782 tempat tidur yang disiapkan, terpakai 2.478. ICU juga dari 953 terpasang, terpakai 434 jadi 46 persen," kata Ariza.

"Jadi memang sudah mulai menurun ya kasus Covid-19 di DKI," tambahnya menjelaskan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved