Dulu Ikut Orang, Akong Bikin Bisnis Haram Produksi Ciu yang Bisa Raup Omzet Rp80 Juta Per Bulan

Tersangka kasus produksi minuman keras (miras) ciu ilegal berinisial PSK alias Akong (44), pernah bekerja di pabrik temannya sebelum membuka usaha.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
PSK alias Akong (44), tersangka kasus produsen miras ciu ilegal di Perumahan Bumi Dirgantara Permai Jatiasih Bekasi saat di Polres Metro Bekasi Kota, Rabu (2/3/2022). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, MEDAN SATRIA - Tersangka kasus produksi minuman keras (miras) ciu ilegal berinisial PSK alias Akong (44), pernah bekerja di pabrik temannya sebelum membuka usaha sendiri di Bekasi

Hal ini diungkapkan saat di Polres Metro Bekasi Kota, Jalan Pangeran Jayakarta, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Rabu (2/3/2022).

Sambil tertunduk, Akong diinterogasi Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Polisi Hengki, wajahnya ditutup menggunakan topeng sepang kegiatan konferensi pers perihal kasusnya. 

"Belajar ikut orang di Kalimantan," jawab Akong saat ditanya Kombes Hengki

Merasa cukup berpengalaman, Akong memberanikan diri hijrah ke Jakarta. Dia menyewa rumah di Perumahan Bumi Dirgantara Permai, Jatiasih, Bekasi sebagai lokasi pabrik pembuat ciu.

Baca juga: Miras Ciu Hasil Industri Rumahan Ilegal di Bekasi Mengandung Alkohol 30 Persen, Ini Bahan Bakunya 

"Sudah mengontrak Juni (2021), baru (produksi) empat bulan ini," ujar Akong

Selama menjalankan bisnis ilegal, Akong dibantu seorang karyawan. Tetapi polisi hanya menetapkan sang pemilik usaha dalam kasus ini.

PSK alias Akong (44), tersangka kasus produsen miras ciu ilegal di Perumahan Bumi Dirgantara Permai Jatiasih Bekasi saat di Polres Metro Bekasi Kota, Rabu (2/3/2022).
PSK alias Akong (44), tersangka kasus produsen miras ciu ilegal di Perumahan Bumi Dirgantara Permai Jatiasih Bekasi saat di Polres Metro Bekasi Kota, Rabu (2/3/2022). (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Polisi Hengki mengatakan, omzet usaha ilegal yang dijalankan Akong diperkirakan mencapai Rp80 hingga Rp100 juta per bulan. 

"Dalam sehari itu bisa 400 sampai 500 per botol (produksi), omezet perbulan itu bisa Rp80 sampai 100 juta, ini dijual Rp10 ribu per botol," kata Hengki

Akibat perbuatannya, Akong kini mendekam di tahanan Polres Metro Bekasi Kota, dia dijerat pasal berlapis. 

"Pasal 204 ayat 1 KUHPidana dengan ancaman hukuman selam-selamanya 15 tahun penjara," kata Hengki di Mapolres Bekasi Kota, Rabu (2/3/2022). 

Selain itu, tersangka juga dikenakan pasal 142 juncto pasal 91 ayat 1 undang-undang RI nomor 18 tahun 2012 tentang pangan dengan ancaman hukum enam bulan penjara.

Baca juga: Miras Ciu Hasil Industri Rumahan Ilegal di Bekasi Mengandung Alkohol 30 Persen, Ini Bahan Bakunya 

"Lalu tersangka juga dikenakan pasal 106 juncto pasal 24 ayat 1 undang-undang RI nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan ancaman selama-lamanya empat tahun penjara," paparnya. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved