Hanya Karena Kagum, PSI Dukung Jokowi 3 Periode dan Suarakan Amandemen UUD 1945

Isu perpanjangan masa jabatan presiden dengan menunda pemilu dan jabatan presiden tiga periode kembali memanas.

psi.id dan Tribun Network
Kolase foto Sekjen PSI Dea Tunggaesti dengan Presiden Jokowi. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Isu perpanjangan masa jabatan presiden dengan menunda pemilu dan jabatan presiden tiga periode kembali memanas.

Kali ini sponsor utamanya adalah partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Partai nonparlemen yang berada di dalam koalisi pemerintahan Presiden Jokowi jilid kedua itu menyatakan sikapnya.

Secara garis besar, PSI menolak perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi satu atau dua tahun, namun mendukung jabatan presiden diperpanjang sampai tiga periode.

PSI juga menyuarakan amandemen Undang-Undang 1945 demi mengubah masa maksimal jabatan presiden menjadi tiga periode.

Baca juga: 2 Ketum Partai Serukan Penundaan Pemilu 2024, Pakar Hukum Yusril Ihza Mahendra Ungkap 3 Caranya

Hal itu lantas membuka pintu bagi Jokowi untuk kembali duduk di istana sampai 15 tahun.

Peryataan tersebut disampaikan oleh Sekjen PSI, Dea Tunggaesti yang dapat disaksikan secara luas melalui Instagram @psi_id, pada Kamis (3/3/2022).

Dea lebih dulu membuka pernyataannya dengan sikap menolak penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden.

Seperti diketahui, wacana tersebut lebih dulu digulirka oleh Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, dan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan.

Selanjutnya, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto juga mengaku mendapat aspirasi yang sama dari masyarakat soal perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi.

Sekjen DPP PSI, Dea Tunggaesti
Sekjen DPP PSI, Dea Tunggaesti (ISTIMEWA)
Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved