Cabai Rawit Merah di Bekasi Harganya Makin Pedas, Sekilo Tembus Rp75 Ribu 

Harga cabai rawit merah di Kota Bekasi mengalami kenaikan, pedangan mematok per kilogramnya mencapai Rp75.000. 

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Pedagang Pasar Baru Bekasi di Jalan Ir. H. Juanda, Bekasi Timur, Kota Bekasi. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Harga cabai rawit merah di Kota Bekasi mengalami kenaikan, pedangan mematok per kilogramnya mencapai Rp75.000. 

Seperti yang terjadi di Pasar Baru Bekasi, Jalan Ir. H. Juanda, Bekasi Timur, pedagang cabai menyebutkan, kenaikan sudah terjadi sejak hampir sepekan.

"Rawit merah sekarang Rp75.000 per kilogram har jualnya, baru beberapa hari (kenaikan) ada seminggu," kata Diman (28) pedagang Pasar Baru Bekasi, Selasa (8/3/2022). 

Diman mengatakan, kenaikan cabai rawit merah terjadi secara bertahap dari awalnya harga normal kisaran Rp40.000 sampai Rp45.000 naik menjadi Rp50.000. 

"Naik dari Rp50.000, Rp55.000 bertahap sampai sekarang Rp75.000 per kilogram," jelas dia.

Baca juga: Mahasiswa Demo Sampai Tutup Jalan di Gedung DPRD Kota Bekasi, Anggota Dewan Terhormat Dicuekin

Selain cabai rawit merah, jenis cabai keriting juga mengalami kenaikan dengan harga jual di Pasar Baru Bekasi rata-rata di kisaran Rp50.000 per kilogram. 

"Kalau untuk yang lain (jenis komodoti lain) rata-rata stabil si enggak ada kenaikan, kaya bawang masih normal Rp25.000 per kilogram," jelas dia. 

Kenaikan harga cabai menurut dia, sudah terjadi dari Pasar Induk. Diman sendiri biasanya membeli barang-barang jualan di Pasar Induk Cibitung.

Cabai rawit merah di Pasar Baru Bekasi, Jalan Ir H Juanda, Kota Bekasi, Rabu (22/12/2021). 
Cabai rawit merah di Pasar Baru Bekasi, Jalan Ir H Juanda, Kota Bekasi, Rabu (22/12/2021).  (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

"Enggak tahu kenaikannya karena apa, saya belanjanya (ngambil barang di pasar induk) harga udah tinggi Rp65.000 per kilogram (cabai rawit merah)," ujarnya. 

Akibat kenaikan ini lanjut dia, berdampak pada omzet jualannya.

Sebab, tidak jarang pembeli menurunkan jumlah belanjaan lantaran tingginya harga. 

"Omzet berkurang, sekira 20-30 persen, kalau harga lagi normal saya biasa jual 15 kilogram, tapi sekarang stok 10 kilogram juga kadang-kadang masih sisah," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved