Misteri Kematian Suminem yang Buat Makamnya Dibongkar Lagi, Warga Rasakan Kejanggalan

Misteri kematian Suminem membuat warga di Dusun Dukuh, RT 03 RW 05, Kelurahan Popongan, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar curiga. Makam pun dibongkar.

Pixabay
Ilustrasi kuburan. Misteri kematian Suminem membuat warga di Dusun Dukuh, RT 03 RW 05, Kelurahan Popongan, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar curiga. 

TRIBUNJAKARTA.COM, KARANGANYAR -Misteri kematian Suminem membuat warga di Dusun Dukuh, RT 03 RW 05, Kelurahan Popongan, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar curiga.

Polisi akhirnya membongkar makam Suminem di Pemakaman Muslim Munggur, Kelurahan Bejen, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, Senin (7/3/2022).

Polisi melakukan pembongkaran makam tersebut untuk dilakukan autopsi terhadap Suminem.

Pembongkaran makam itu berawal dari kecurigaan warga yang curiga pemakaman Suminem yang tercatat sebagai Kecamatan Ngargoyoso terkesan tertutup.

Warga setempat menilai proses pemakaman Suminem tidak wajar dan janggal.

Baca juga: Bertemu Aaliyah Massaid di Makam Adjie Massaid, Angelina Sondakh Langsung Memeluk Erat

Semasa hidup, Suminem tinggal bersama Sutardi, di Dusun Dukuh, RT 03 RW 05, Kelurahan Popongan, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar.

Koordinator lingkungan setempat, Tri Sutanto mengatakan awalnya Sutardi mendatangi Ketua RT setempat untuk meminta tolong mencarikan orang untuk mengkafani jenazah Suminem.

Proses autopsi di Pemakaman Muslim Munggur, Kabupaten Karanganyar yang dijaga ketat oleh petugas kepolisian, Senin (7/3/2022).
Proses autopsi di Pemakaman Muslim Munggur, Kabupaten Karanganyar yang dijaga ketat oleh petugas kepolisian, Senin (7/3/2022). (Humas Polres Karanganyar)

"Setelah salat Jumat, Sutardi datang langsung ke Pak RT, bilang jika istrinya meninggal, jenazah sudah dimandikan dan disalatkan, minta tolong untuk dicarikan orang untuk mengkafani," ucapnya, Senin (7/3/2022).

Kemudian, karena dalam kondisi duka, Ketua RT langsung berkoordinasi dengan Ketua RT lain, Ketua RW dan tokoh masyarakat untuk membantu Sutardi.

Akhirnya dicarikan Modin, yang kemudian datang ke rumah duka.

Baca juga: Aku Minta Maaf Ninggalin Anak-anak Air Mata Angelina Sondakh Tetesi Nisan Makam Adjie Massaid

"Pak Modin juga kaget, sampai di rumah duka kok sepi, enggak sewajarnya kalau ada layatan, keadaan rumah tertutup," jelasnya.

Setelah mengkafani jenazah, Modin tersebut kembali pulang, dan belum muncul kecurigaan atas kematian Suminem.

Kecurigaan juga belum dirasakan para Ketua RT dan tokoh masyarakat, atas kondisi rumah duka yang memang sepi dari para pelayat.

Setelah itu, jenazah dibawa ke pemakaman muslim Munggur, namun sesampainya di pemakaman ternyata liang lahat belum selesai digali.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Solo
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved