Cerita Kriminal

8 Anggota Gengster yang Lukai Tiga Warga Depok Digulung Polisi: Empat Orang Eksekutor

Polisi menangkap delapan anggota gengster dari kasus penyerangan yang menyebabkan tiga warga Kota Depok terluka. Empat orang eksekutor.

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Imran Edwin Siregar (kiri) didamping Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno (kanan) saat memimpin ungkap kasus gengster di Depok yang keroyok tiga warga, Rabu (9/3/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Polisi telah menangkap delapan anggota gengster dari kasus penyerangan yang menyebabkan tiga warga Pancoran Mas, Kota Depok, menderita luka bacokan akibat sabetan senjata tajam.

Delapan pelaku kini telah diamankan di Mapolestro Depok, dan ada beberapa di antaranya yang masih di bawah umur.

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Imran Edwin Siregar, mengatakan, dari delapan pelaku yang diamankan, empat di antaranya merupakan pelaku pembacokan yang menyebabkan tiga warga terluka.

"Untuk pelaku yang ada di TKP krurang lebih ada 14 orang. Malam itu juga tertangkap kami amankan empat orang dan esok harinya empat lagi total jadi delapan," kata Imran didamping Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno, saat memimpin ungkap kasusnya, Rabu (9/3/2022) malam.

"Yang empat ini eksekutor langsung (melakukan pembacokan terhadap tiga korban)," sambungnya lagi.

Baca juga: Diadang Saat Kabur Kalah Tawuran, Gengster Malah Bacok Tiga Warga di Depok

Lebih lanjut, Imran berujar pihaknya terus memburu keberadaan tiga pelaku utama lainnya yang melarikan diri.

"Ada tiga orang lagi yang masih buron, mudah-mudahan dapat segera kami amankan,"

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Imran Edwin Siregar (kiri) didamping Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno (kanan) saat memimpin ungkap kasus gengster di Depok yang keroyok tiga warga, Rabu (9/3/2022).
Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Imran Edwin Siregar (kiri) didamping Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno (kanan) saat memimpin ungkap kasus gengster di Depok yang keroyok tiga warga, Rabu (9/3/2022). (TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma)

Imran mengatakan, para pelaku yang diamankan merupakan anggota dari beberapa geng yang bergabung untuk menyerang kelompok lain.

"Jadi mereka ini menamakan diri dengan geng T2CR, jadi gabungan dari Geng Tanjok, Kasino, Crime, dan Kresek. Ini senjatanya ada celurit, parang, pedang, semuanya mematikan ini diambil dari TKP dan rumahnya," tuturnya.

Baca juga: Anaknya Meninggal di Tangan Gengster Cibinong, Tangis Lilis Kenang Sosok Korban: Kalem Tak Neko-neko

Terakhir, Imran berujar para pelaku dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan atau penganiayaan secara bersama-sama, dengan ancaman penjara di atas lima tahun.

"Pasal 170 KUHP. Ancaman penjara diatas lima tahun," pungkasnya.

Motif Gengster

Polisi menyebut motif sementara gengster serang warga di kawasan Cagar Alam, Pancoran Mas, Kota Depok, adalah tawuran.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved