Kinerja Airlangga Hartarto di Kabinet Jokowi Dinilai Kerek Elektabilitas Golkar di Peringkat Teratas

Partai Golkar serta Ketua Umum Airlangga Hartarto memiliki elektabilitas tertinggi hasil survei Panel Survey Indonesia (PSI).

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Bendera partai peserta Pemilu 2014 memenuhi pinggiran flyover Pramuka mengarah ke Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (4/4/2014). Partai Golkar serta Ketua Umum Airlangga Hartarto memiliki elektabilitas tertinggi hasil survei Panel Survey Indonesia (PSI). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Partai Golkar serta Ketua Umum Airlangga Hartarto memiliki elektabilitas tertinggi hasil survei Panel Survey Indonesia (PSI).

Direktur Eksekutif Panel Survey Indonesia Andri Gunawan menyebutkan elektabilitas Partai Golkar berada di urutan teratas hampir di seluruh pulau dan wilayah di Indonesia.

Diketahui, Panel Survey Indonesia (PSI) merilis hasil survei terkait elektabilitas partai politik dan bakal calon presiden menjelang Pemilu Tahun 2024.

Di Pulau Sumatra dengan simulasi pertanyaan tertutup menggunakan kuisioner, ketika Respoden ditanyakan “partai politik mana yang harus dipilih jika pemilu digelar hari ini?"

Golkar menempati urutan pertama dengan dipilih oleh 23,4 persen responden, kedua ada PDIP yang dipilih 18,9 persen, dan ketiga ada partai Gerindra yang dipilih oleh 12,8 persen.

Selanjutnya Demokrat 7,3 persen, Nasdem 6,2 Persen , PKB 4,3 Persen, PKS 4,2 persen, PAN 1,7 Persen, PPP 1,1 Persen , Partai Lainnya di bawah 0,1 persen dan Tidak Memilih 19,1 Persen.

Baca juga: Relawan Kabupaten Bandung Siap Galang Massa di 270 Desa untuk Capres Airlangga

“Sementara di Pulau Jawa, dengan pertanyaan yang sama, Golkar menempati urutan pertama dengan dipilih oleh sebanyak 20,2 persen, kemudian menyusul PDI Perjuangan dengan tingkat keterpilihan PDIP 19,8 persen , Gerindra 19,7 persen, PKB 11,6pPersen, Demokrat 6,2 persen, PKS 4,9 persen , Nasdem 4,2 persen , PAN 3,7 persen, PPP 3,3 persen , partai Lainnya di bawah 0,1 Persen dan tidak memilih 5,4 Persen,” kata Andri dalam keterangan tertulis, Kamis (10/3/2022).

Selanjutnya di Pulau Sulawesi, Golkar kembali memimpin dengan 29,6 persen, Gerindra 16,6, PDIP 16,2 persen, Demokrat 6,5 persen, PKB 6,3 Persen, PKS 4,1 Persen, Nasdem 3,7 Persen , PAN 2,2 Persen, PPP 2,1 Persen , Partai Lainnya 1 Persen dan Tidak Memilih 11,7 Persen

Sedangkan di Bali, NTB, dan NTT peringkat pertama diperoleh PDIP yang dipilih oleh 23,3 persen, lalu Golkar dengan dipilih oleh 18,4 persen, Nasdem dipilih oleh 7,7 persen responden, PKB 7,8 persen, Gerindra 7,6 persen, PKS 6,2 persen , Demokrat 5,1 persen, PAN 2,1 persen, PPP 1,4 Persen , Partai lainnya 1 persen dan tidak memilih 19,4 persen.

Baca juga: Songsong Satu Abad Nahdlatul Ulama, Airlangga Sampaikan Peran Penting NU Bagi Indonesia

“Di Pulau Kalimantan peringkat pertama ditempati oleh PDIP yang dipilih oleh 27,1 persen responden, kedua ada partai Golkar yang dipilih oleh 20,2 persen, dan ketiga ada partai Gerindra yang dipilih oleh 14,6 Persen responden. Lalu diikuti oleh Nasdem 7,7 persen, Demokrat 6,4 persen, PKB 3,8 persen, PKS 3,2 persen , PAN 2,2 persen, PPP 1,1 Persen , Partai Lainnya 1 Persen dan Tidak Memilih 12,7 persen,” terangnya.

Terakhir, survei dilakukan di Maluku, Papua, dan Papua Barat dimana Golkar kembali menempati urutan pertama dengan 24,3 persen , PDIP 24,1 persen, Gerindra 18,6 Persen Nasdem 7,2 Persen, Demokrat 6,4 persen, PKB 5,8 Persen, PAN 2,2 Persen, PPP 1,3 Persen PKS 1,2 Persen , Partai Lainnya 1 Persen dan Tidak Memilih 7,9 Persen .

“Kenaikan elektabilitas Golkar tidak lain karena pengaruh dan kinerja Airlangga Hartarto sebagai Ketua umumnya yang juga merupakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di kabinet Jokowi dan dianggap berhasil dalam memulihkan perekonomian Nasional serta penanganan Covid-19,” ungkap Andri.

Selanjutnya, terkait tingkat elektabilitas tokoh ketika ditanyakan kepada 2124 responden siapakah calon presiden yang akan dipilih jika pemilu diadakan hari ini dengan simulasi pertanyaan tertutup mengunakan kuisioner, hasilnya adalah Ketua umum Golkar Airlangga Hartarto dinilai layak menjadi Presiden 2024 dengan jumlah pemilih sebesar 18,2 persen melampaui Prabowo Subianto yang mendapat 15,4 persen responden, diikuti Ganjar Pranowo 8,9 persen.

“Lalu Gatot Nurmantyo 5,20 persen, Dudung Aburrahman 5,1 persen, Moeldoko 4,3 persen, Anies Baswedan 4,1 persen, Andika Perkasa 3,7 persen, Sri Mulyani 3,6 persen, Kofifah Indar Parawansa 3,4 persen , Agus Harimurti Yudhoyono 2,8 persen, Sandiaga Salahudin Uno (2,7 persen, Puan Maharani 2,4 persen, Muhaimin Iskandar 1,7 persen, Erick Thohir 1,4 persen , dan Ridwan Kamil 1,3 persen. Sementara sebanyak 15,8 persen responden tidak memilih,” bebernya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved